JABAR EKSPRES – Dugaan keracunan massal kembali mencuat dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, puluhan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Cimahi dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah.
Peristiwa tersebut terungkap setelah sejumlah siswa dilarikan ke beberapa rumah sakit di Kota Cimahi pada Rabu sore, 25 Februari 2026. Belasan siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) harus mendapatkan penanganan medis akibat gejala yang mengarah pada keracunan makanan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keluhan fisik mulai dirasakan para siswa sekitar pukul 17.30 WIB, atau beberapa jam setelah menyantap makanan MBG. Gejala yang muncul didominasi gangguan pencernaan, sehingga memicu kekhawatiran akan keamanan makanan yang dikonsumsi.
Baca Juga:Keracunan MBG di Cimahi Tak Hanya Menimpa Siswa, Balita hingga Ibu-ibu Posyandu Juga Alami Mual-MuntahMenu MBG Diduga Picu Keracunan Sejumlah Siswa SD-SMP di Cimahi
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Mulyati menyatakan bahwa pemerintah daerah langsung mengambil langkah cepat untuk menangani kejadian tersebut. Koordinasi lintas sektor segera dilakukan guna memastikan keselamatan para siswa.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Disdik agar siswa maupun penerima manfaat yang mengalami keluhan serupa segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata Mulyati saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/26).
Selain penanganan medis, Dinkes Cimahi juga mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan sementara konsumsi MBG yang diduga menjadi sumber masalah. Pengumuman disampaikan secara cepat melalui jalur komunikasi internal.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pengumuman melalui grup WhatsApp untuk menghentikan konsumsi MBG yang berasal dari SPPG terkait sebelum buka puasa.
Untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, Dinkes Cimahi telah mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi siswa serta muntahan pasien, seluruh sampel kemudian dikirim untuk pemeriksaan laboratorium.
“Sampel makanan dan muntahan pasien juga telah diamankan untuk diperiksa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Hingga Kamis, 26 Februari 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 36 orang telah mendapatkan penanganan medis di tiga rumah sakit berbeda di Kota Cimahi. Rinciannya, 26 orang ditangani di RSUD Cibabat, dengan 4 pasien masih menjalani perawatan dan 22 lainnya telah dipulangkan.
Baca Juga:Menu MBG Diduga Picu Keracunan Sejumlah Siswa SD-SMP di CimahiBelum Cair Juga, Puluhan Faskes di Bandung Barat Masih Menunggu Pembayaran Biaya Korban Keracunan MBG
Di RS Mitra Kasih, lima pasien masuk, tiga masih dirawat dan dua sudah diperbolehkan pulang. Sementara itu, RS Dustira menerima lima pasien, dengan empat masih menjalani perawatan dan satu pasien telah pulang.
