Komisi V Dalami Konsep Sekolah Maung

Komisi V Dalami Konsep Sekolah Maung
Komisi V Dalami Konsep Sekolah Maung. Foto Suwitno
0 Komentar

*Komisi V Dalami Konsep Sekolah Maung*

Jabar Ekspres – Komisi V DPRD Jawa Barat masih ingin mendalami konsep Sekolah Manusia Unggul (Maung). Sementara Dinas Pendidikan masih sibuk uji publik.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat George Edwin Sugiharto menuturkan, ide dan gagasan mengenai Sekolah Maung itu masih terbilang baru. Sehingga pihaknya masih perlu mendalami konsepnya lebih detail.

“Itu kan termasuk baru. kami akan terus mendiskusikan konsepnya secara mendalam bersama Kepala Dinas dan seluruh jajaran. Kami ingin memastikan catatan-catatan dalam masa persiapan ini terakomodasi dengan baik, ” cetusnya, Rabu (29/4).

Baca Juga:Pinjam Rp230,25 Miliar, Pemkab Tasikmalaya Segera Perbaiki Jalan RusakAkibat Sopir Mengantuk, Mobil Ayla Terguling di Tol Jagorawi Bogor

Sebagai inisiasi baru di Jawa Barat, George menekankan bahwa koordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan sangat diperlukan agar konsep program ini benar-benar matang sebelum diluncurkan ke masyarakat. Dan hasilnya nanti tidak justru menimbulkan masalah.

Di sisi lain, Disdik Jawa Barat tengah berulang kali melakukan uji publik terhadap Sekolah Maung. Misalnya pada Rabu (29/4). Itu berfokus pada Pedoman atau Petunjuk Teknis (Juknis) Sekolah Manusia Unggul.

Sejumlah pihak diajak berdiskusi tentang hal tersebut. Mulai dari perwakilan perguruan tinggi Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) hingga Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat.

Sekretaris Dinas (Sekdisdik) Jabar, Deden menjelaskan, Sekolah Maung bukan untuk menciptakan diskriminasi, melainkan memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan dan potensi siswa. Ini melihat peluang dan bakat siswa.

“Ini tidak untuk membedakan, tetapi untuk memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang tepat. Baik yang memiliki kecerdasan dan prestasi tinggi maupun yang membutuhkan perhatian khusus,” cetusnya.

Menurut Deden, konsep Sekolah Maung dirancang untuk mengakomodasi keberagaman potensi peserta didik, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Sehingga kemampuan mereka makin berkembang. (son)

0 Komentar