“Setelah kami telusuri, ternyata dia tinggal berdua dengan neneknya. Mungkin dia tidak tega makan sendiri karena teringat neneknya belum tentu sudah makan,” ungkapnya.
Pendanaan program “Masjid Makan-Makan” berasal dari para donatur, baik yang memberikan bantuan secara langsung maupun melalui media sosial. Setiap hari, kegiatan tersebut dibagikan melalui Instagram dan TikTok untuk mengajak lebih banyak orang berpartisipasi.
“Alhamdulillah, banyak donatur yang mendukung, baik secara offline maupun online. Dari media sosial itu, banyak orang baik yang ikut men-support kegiatan kami,” pungkasnya.
