JABAR EKSPRES – Masjid Pemuda Al-Hamro yang berlokasi di Jalan Raya Cicalengka–Majalaya, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, kini dikenal luas dengan julukan ‘Masjid Makan-Makan’.
Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Sejak berdiri sekitar satu tahun lalu, masjid ini konsisten menggelar program makan gratis bagi masyarakat dan jemaah. Bahkan, hingga memasuki Ramadan tahun ini, program tersebut telah berjalan selama 125 hari berturut-turut.
Operasional masjid, Bagus Sulaiman (47), mengatakan program makan gratis menjadi ciri khas sekaligus daya tarik utama masjid tersebut.
Baca Juga:Emosi Memuncak di GBLA, Andrew Jung Tegaskan Niatnya Redam Situasi Demi PersibBSI Fest Ramadan 2026 Hadir di 9 Kota Besar, Promo Umrah Hemat sampai Rp4 Juta
“Alhamdulillah, salah satu program yang sudah ramai di masjid ini yaitu program makan-makan. Insyaallah, dari program ini kami ingin menarik masyarakat ataupun siapa pun yang kebetulan melintas di depan masjid untuk mampir,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, konsep ‘Masjid Makan-Makan’ bukan sekadar berbagi santapan, tetapi juga menjadi strategi untuk memakmurkan masjid dan mengajak masyarakat lebih dekat dengan ibadah.
“Setelah mereka mampir, insyaallah mereka bisa lebih fokus beribadah di masjid,” katanya.
Sebelum Ramadan, makanan dibagikan setiap hari setelah salat zuhur dalam bentuk nasi kotak. Memasuki bulan suci, konsep pembagian diubah menjadi prasmanan dan dilaksanakan setelah salat magrib, sehingga jemaah dapat berbuka bersama dan melanjutkan ibadah hingga salat isya serta tarawih.
“Kalau di hari biasa kita menggunakan boks. Nah, di Ramadan ini kita sengaja prasmanan supaya jemaah bisa tetap di masjid, ikut salat magrib, makan bersama, lalu lanjut isya dan tarawih,” jelas Bagus.
Setiap harinya, masjid menyiapkan sekitar 45 hingga 50 porsi makanan. Khusus pada hari Jumat, jumlahnya meningkat hingga 270 porsi seiring membludaknya jemaah yang hadir.
Seluruh makanan dimasak langsung di dapur masjid oleh tim khusus yang telah dibentuk. Untuk operasional harian, dibutuhkan anggaran sekitar Rp500 ribu untuk menyediakan 45–50 porsi makanan.
Baca Juga:Lewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan SehatMeski Sulit, Tuntaskan di Bandung!
“Alhamdulillah, kami memiliki dapur sendiri dan ada tim yang setiap hari memasak untuk jemaah. Untuk biaya operasional harian kurang lebih sekitar Rp500 ribu,” tuturnya.
Menurut Bagus, program ini turut membantu warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan. Ia bahkan menceritakan kisah seorang anak yang rutin datang, namun memilih membawa pulang makanannya.
