Ia mendorong Pemkot agar membuka ruang partisipasi publik secara luas sebelum proyek tersebut diputuskan. Kajian komprehensif berbasis data, termasuk analisis dampak lingkungan dan sosial, dinilai penting agar kebijakan tidak sekadar populis, tetapi benar-benar menyelesaikan persoalan kemacetan secara berkelanjutan.
Hingga kini, Pemkot Bandung menyatakan rencana tersebut masih dalam tahap perencanaan dan studi kelayakan. Namun, perdebatan mengenai arah kebijakan transportasi kota diperkirakan akan terus mengemuka di tengah meningkatnya tekanan mobilitas di Kota Kembang tersebut. (Dam)
