Ke depan, ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin dengan pengelolaan yang lebih matang dan dukungan yang lebih luas.
“Harapannya ke depan acaranya bisa lebih terorganisir, pesertanya makin banyak, dan semoga ada dukungan sponsor supaya kegiatan seperti ini terus berjalan,” pungkasnya.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana Komunitas Ruang Riung, Dipo Frayudha menjelaskan bahwa kehadiran Ruang Riung berangkat dari kegelisahan yang sama, yaitu minimnya ruang apresiasi bagi para pelukis dan pelaku seni lokal.
Baca Juga:Bazar Takjil-Workshop hingga Pameran Sejarah Ramaikan Ramadan Creative Day CimahiDamkar Petakan Titik Rawan, Permukiman Padat di Cimahi Rentan Kebakaran
“Di Ruang Riung, kami ingin menjadi wadah bagi para pelukis dan pelaku kreatif lainnya. Selama ini masih banyak seniman yang belum terpandang, padahal potensi dan kreativitas mereka sangat luar biasa,” kata Dipo.
Menurutnya, potensi tersebut tidak hanya datang dari kalangan mahasiswa atau anak muda, tetapi juga dari pelaku seni lintas usia, termasuk mereka yang lebih senior dengan pengalaman dan gagasan yang kuat.
Dipo menegaskan bahwa Ruang Riung tidak membatasi diri pada satu disiplin seni. Komunitas ini membuka ruang bagi berbagai bentuk kreativitas dan inovasi, terutama sebagai upaya menjaga anak muda tetap berada dalam jalur yang produktif.
“Kami tidak membatasi diri hanya pada lukisan. Apa pun bentuk kegiatan yang berkaitan dengan kreativitas dan inovasi akan kami wadahi. Tujuannya agar anak-anak muda memiliki ruang yang positif untuk berkembang, tetap berada di jalur yang produktif, dan tidak kehilangan arah,” tambahnya.
Meski hingga kini masih bergerak secara mandiri, Dipo berharap Ruang Riung ke depan mendapat perhatian yang lebih serius, termasuk dari pemerintah daerah. Ia menilai, komunitas kreatif semacam ini memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem seni dan budaya di tingkat lokal.
“Untuk saat ini, dukungan dari pemerintah memang masih terbatas. Namun kami tetap berjalan secara independen. Harapan kami ke depan, Ruang Riung bisa dipandang bukan sekadar tempat berkumpul atau nongkrong semata. Kami ingin menunjukkan bahwa ruang ini melahirkan karya-karya yang bernilai dan berdampak,” jelasnya.
Bagi Dipo, keberadaan Ruang Riung adalah bentuk ikhtiar untuk menjembatani potensi kreatif yang selama ini belum terwadahi secara optimal.
