Menilik Galeri Mushaf Sundawi di Pusdai, Warisan Kaligrafi dan Ornamen Tatar Sunda

Pengunjung melihat lembar Mushaf Sundawi yang berada di Galeri Quran Pusat Studi Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Ba
Pengunjung melihat lembar Mushaf Sundawi yang berada di Galeri Quran Pusat Studi Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (19/2). Mushaf Al-Quran yang dihiasi khas budaya Jawa Barat yang memadukan kaligrafi dan ornamen lokal. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Sudut Pusat Studi Dakwah Islam Jawa Barat di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, tiga peti kayu tersimpan rapi di dalam Galeri Al-Qur’an. Di dalamnya, tersusun lengkap 30 juz Mushaf Sundawi, Al-Qur’an dengan hiasan khas budaya Jawa Barat yang memadukan kaligrafi dan ornamen lokal.

Muhammad Nizar, Jabar Ekspres

Petugas Perpustakaan Masjid Pusdai, Bagus (25), menunjuk deretan peti penyimpanan itu. “Per petinya ada 10 juz masing-masing,” kata dia saat ditemui Jabar Ekspres di Galeri Mushaf Sundawi, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, seluruh juz dan surah tersedia, meski tidak semuanya dipajang terbuka. “Ya ada semua juz dan surah. Cuma ga semuanya ditampilkan. Jadi sebagian di peti,” ujarnya.

Baca Juga:Mengenang Masa Kecil di Masjid Agung Bandung, Wali Kota Ajak Lakukan Ini di Momen RamadanRamadan Momentum Disiplin: Farhan Bagikan Rutinitas Spiritual dan Fisik

Mushaf Sundawi diprakarsai oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, HR Nuriana. Peresmiannya dilakukan pada 14 Agustus 1995 atau bertepatan dengan 17 Rabiul Awal 1416 Hijriah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Pada saat itu, gubernur membubuhkan basmalah pada lembar awal mushaf sebagai simbol dimulainya penulisan.

“Dahulu ini hasil usulan dari gubernur. Diinisiasikan gubernur pada saat itu. Dibikinlah Galeri Mushaf Sundawi. Produksi pemerintah dan melibatkan sejumlah seniman di Jawa Barat,” kata Bagus.

Proses pengerjaan mushaf melibatkan tim yang terdiri atas ulama, ahli kaligrafi (khattat), pakar estetika seni rupa Islam, desainer iluminasi, peneliti, hingga ahli komputer grafis dan fotografer.

Pentashihan dilakukan oleh tim internal serta secara formal ditashih oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an Departemen Agama RI yang datang secara reguler ke Bandung. Mushaf ini selesai dikerjakan pada Januari 1997.

Secara fisik, Mushaf Sundawi dibuat di atas kertas Conqueror Laid tipe Ripple Art Special warna China White 250 gram buatan Inggris. Bidang kaligrafinya berukuran 38,2 x 54,55 sentimeter, dengan total 763 halaman.

Setiap halaman memuat 15 baris tulisan, kecuali halaman-halaman istimewa seperti Ummul-Qur’an, Nisful-Qur’an, dan Khatmul-Qur’an yang disesuaikan dengan bentuknya.

Teks utama menggunakan khat Naskhi dengan tinta hitam merek Dr. Ph. Martin’s Black Star buatan Amerika, sedangkan iluminasi memakai cat akrilik Winsor & Newton buatan Inggris. Untuk hiasan emas digunakan dua jenis: emas serbuk dan emas lembaran (prada) buatan Jepang dan Taiwan. Secara keseluruhan, mushaf ini menggunakan 1.500 gram emas prada dan 1.000 gram emas murni serbuk.

0 Komentar