LSM Pemuda dan Mahasiswa Gelar Demo di Lembur Pakuan, Sejumlah Orang Diduga Simpatisan KDM Hadang Massa Aksi

LSM Pemuda dan Mahasiswa Gelar Demo di Lembur Pakuan, Sejumlah Orang Diduga Simpatisan KDM Hadang Massa Aksi
LSM Pemuda dan Mahasiswa dihadang sejumlah orang yang diduga simpatisan KDM ketika gelar aksi di Lembur Pakuan Subang. (LSM Pemuda dan Mahasiswa for Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aksi unjuk rasa dilakukan oleh massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemuda dan Mahasiswa, dihadang sejumlah orang yang diduga merupakan simpatisan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Koordinator Aksi, Andri Hidayat mengaku, jika penghadangan aktivitas unjuk rasa benar terjadi terhadap LSM Pemuda dan Mahasiswa di Lembur Pakuan Subang.

Dia menilai, penghadangan yang dialami pihaknya, merupakan bentuk perlawanan nyata dari pihak KDM beserta pejabat Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:Ambulans Desa di Ciamis Sulit Diakses Warga, Dedi Mulyadi Minta Maaf!Respons Kepuasan Publik Dedi Mulyadi 95,5 Persen, Ono Surono Ingatkan Perhatian Sektor Ekonomi

“Perlawanan nyata dari KDM beserta pejabat Provinsi Jawa Barat yang diboyong dari Purwakarta, dan salah satunya Kepala Dinas Bina Marga dan Dinas Pendidikan Provinsi Jabar,” katanya kepada Jabar Ekspres, Jumat (20/2).

Aksi unjuk rasa yang berujung penghadangan tersebut terjadi saat LSM Pemuda dan Mahasiswa menyuarakan aspirasinya di kediaman Kang Dedi Mulyadi (KDM) yakni di Lembur Pakuan Subang pada Kamis, 19 Februari 2026.

Penghadangan aksi tersebut diduga dilakukan oleh simpatisan atau orang suruhan Kang Dedi Mulyadi.

Meski demikian, massa dari LSM Pemuda dan Mahasiswa tetap melanjutkan aksi mereka, kemudian berorasi dan menyampaikan aspirasinya.

“Ada banyak permasalahan di Dinas Bina Marga dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang perlu dilakukan evaluasi secara konfrehensip oleh Gubernur Jawa Barat,” ujar Andri.

“Dari mulai buruknya umur layanan jalan yang tidak sesuai rencana, hingga isu orang dekat KDM yang menjadi broker atau mafia proyek di sejumlah Dinas,” lanjutnya.

Andri juga menyampaikan, jika pihaknya dalam hal ini telah berulang kali menggelar aksi unjuk rasa baik di Dinas Bina Marga, Dinas Pendidikan, maupun di kantor Gubernur Jawa Barat Gedung Sate.

Baca Juga:Kepuasan Publik Tinggi jadi Modal Politik Dedi Mulyadi Masuk Radar CapresKepuasan Publik Terhadap Dedi Mulyadi Tembus 95,5 Persen, Tapi Erwan Hanya 55,5 Persen

“Akan tetapi aksi unjuk rasa yang pernah di gelar tidak pernah mendapat tanggapan, hingga akhirnya melakukan aksi unjuk rasa di Lembur Pakuan Subang yang merupakan lemburnya KDM,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar