Desak Kejelasan Penutupan Tambang, Massa Aksi Minta Audiensi dengan DPRD Jawa Barat

Sejumlah truk tambang saat demo di Gedung Sate beberapa waktu lalu
Sejumlah truk tambang saat demo di Gedung Sate beberapa waktu lalu/Foto: Hendrik Muchlison/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Massa aksi yang sebelumnya menggelar demonstrasi di Gedung Sate terkait persoalan kebijakan tambang masih berupaya mencari keadilan. Mereka kini mengajukan permohonan audiensi dengan anggota DPRD Jawa Barat.

Koordinator aksi, Yadi Suryadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada DPRD Jawa Barat pada 12 Februari lalu. Namun hingga kini, belum ada tanggapan terkait jadwal pertemuan.

“Kami masih menunggu penjadwalan,” ujarnya, Rabu (18/2).

Pria yang juga Ketua SBNI itu melanjutkan, audiensi atau dengar pendapat bersama DPRD Jawa Barat tersebut bagian dari upaya untuk mencari keadilan. Karena bagaimanapun juga para DPRD adalah wakil rakyat. “Mestinya mereka juga mau menampung dan menyampaikan aspirasi kami,” katanya.

Baca Juga:Lewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan SehatMeski Sulit, Tuntaskan di Bandung!

Ia menjelaskan, persoalan kompensasi memang sudah mulai berjalan. Namun, terkait tenggat waktu penutupan tambang, belum ada kepastian.

“Kalau soal kompensasi memang sudah jalan, tapi yang soal tenggat penutupan tambang ini belum ada kejelasan,” sambungnya.

Pihaknya sebelumnya telah memberikan batas waktu kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga Ramadan untuk menuntaskan persoalan tersebut. Jika tidak ada kejelasan, massa mengancam akan menggelar aksi demonstrasi gelombang kedua.

Saat ini, mereka juga masih menunggu respons dari DPRD Jawa Barat. Apabila tidak ada tanggapan, aksi lanjutan akan digelar dengan jumlah massa yang lebih besar, yakni sekitar 10 ribu orang serta melibatkan 1.000 unit truk tambang.

Sebelumnya, massa aksi mendatangi Gedung Sate pada Jumat (6/2/2026). Selain ratusan peserta aksi, demonstrasi tersebut juga diwarnai kehadiran sejumlah truk sumbu tiga atau tronton yang biasa digunakan untuk mengangkut material tambang.

Massa diketahui berasal dari aliansi masyarakat Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, termasuk dari aliansi transporter tambang.

Mereka mulai memadati Gedung Sate sekitar pukul 10.00 WIB. Awalnya hanya sebagian massa yang hadir, kemudian disusul belasan unit truk sumbu tiga atau tronton.

0 Komentar