Sinopsis Film In Time: Ketika Hitungan Waktu Menjadi Mata Uang dan Umur Seseorang

Sinopsis Film In Time: Ketika Hitungan Waktu Menjadi Mata Uang dan Umur Seseorang
Sinopsis Film In Time: Ketika Hitungan Waktu Menjadi Mata Uang dan Umur Seseorang./IMDb
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Film In Time akan menemani malam Anda pada hari ini, Kamis, 12 Februari 2026, tayang di Bioskop Trans TV.

In Time merupakan film hasil garapan sutradara serta ditulis oleh Andrew Niccol, yang dirilis pada tahun 2011.

Film In Time dibintangi oleh aktor kenamaan Justin Timberlake, Amanda Seyfried, Cillian Murphy, Olivia Wilde, Johnny Galecki, serta aktor kenamaan lainnya.

Baca Juga:Saldo Dana Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 Sudah Cair ke 18 Juta Penerima, Cek NIK di SINI!Cara Daftar Mudik Gratis dari Bandung 2026, Lengkap dengan Daftar Rutenya

Sinopsis film In Time menceritakan tentang masyarakat di masa depan. Manusia telah direkayasa agar tidak menua setelah mencapai usia 25 tahun, tetapi hanya dapat hidup satu tahun lagi, karena waktu kini menjadi mata uang.

Sinopsis Film In Time

Cerita film ini berawal pada tahun 2169. Modifikasi genetik memungkinkan umat manusia untuk berhenti menua pada usia 25 tahun.

Istilah ‘Waktu Hidup’, yang dapat ditransfer antarindividu melalui kontak fisik, ditampilkan pada jam yang ditanamkan di lengan bawah manusia. Ketika jam itu mencapai angka nol, seseorang akan mati seketika.

Masyarakat terbagi berdasarkan kelas sosial yang tinggal di kota-kota khusus yang disebut ‘Zona Waktu’.

Orang miskin yang tinggal di daerah kumuh di Dayton, di mana kaum muda mendominasi, harus bekerja setiap hari untuk mendapatkan beberapa jam hidup tambahan yang juga harus mereka gunakan untuk membayar kebutuhan sehari-hari, karena waktu telah menggantikan uang sebagai mata uang.

Orang kaya tinggal di New Greenwich yang mewah, di mana orang-orang paruh baya dan lanjut usia mendominasi, meskipun mereka terlihat muda karena mereka juga telah berhenti menua pada usia 25 tahun.

Will Salas, seorang pekerja pabrik berusia 28 tahun, tinggal bersama ibunya bernama Rachel di daerah kumuh.

Baca Juga:Dari Persiapan hingga Kemandirian, bank bjb Hadirkan Solusi Pensiun ProduktifMenjaga Nyala Warisan "Lampu Gentur": Transformasi Kerajinan Abad ke-19 Menjadi Pilar Ekonomi Kreatif Cianjur

Suatu hari, Will menyelamatkan Henry Hamilton yang berusia 105 tahun dari serangan perampokan waktu di sebuah bar.

Hamilton diserang oleh Fortis, bos mafia Inggris tua dari geng paruh baya bernama Minute Men.

Will menyelamatkan Hamilton, yang mengatakan kepadanya, “Agar sedikit orang yang abadi, banyak yang harus mati”, karena pada dasarnya ada cukup waktu bagi setiap orang untuk menjalani hidup penuh, tetapi waktu itu ditimbun untuk orang kaya agar menjadi abadi.

0 Komentar