“Memang penonaktifan PBI kita ada sekitar 19 ribu. Ini kendala bagi kita semuanya, tapi kita juga akan bagaimana mencari jalan keluar yang terbaik,” ujar Ngatiyana.
Ngatiyana menegaskan, Pemkot Cimahi akan segera menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat guna mencari solusi atas persoalan tersebut.
Ia juga mengaku khawatir dampak penonaktifan itu terhadap warga yang membutuhkan layanan kesehatan berkelanjutan.
Baca Juga:Pelemahan Ekonomi Singapura Jadi Momentum Strategis bagi IndonesiaTransmigrasi Bertransformasi, dari Bagi Lahan Menuju Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
“Saya khawatir juga pasien-pasien juga nanti contohnya yang cuci darah dan sebagainya bisa tidak teratasi. Kita juga akan komunikasi dengan pemerintah pusat bagaimana ini jalan keluar untuk mengatasinya,” katanya.
Meski demikian, Ngatiyana menegaskan telah menginstruksikan seluruh rumah sakit agar tetap memberikan pelayanan kesehatan dan tidak menolak pasien, khususnya warga kurang mampu.
“Terus jalan kita layani, tidak ada penolakan terhadap pasien. Jadi kita tetap layani karena itu sebuah buat semampunya sekuat-kuatnya kita harus kuat. Kita harus mampu,” ucapnya menutup. (Mong)
