“Nah, sekarang kayak di Santiong ya, itu targetnya satu mesin di sana adalah 50 ton, tapi belum maksimal. Di sana kira-kira 22 ton. 22 ton, di sini tambah 10 ton. Belum Cibeber ya. Ini mudah-mudahan nanti bertambah terus,” jelasnya.
Sampah yang diolah tidak seluruhnya menjadi RDF. Sebagian lainnya dimanfaatkan sebagai maggot yang juga memiliki nilai ekonomi.
“Selain itu diolah, juga nanti ada yang menjadi maggot, ada yang menjadi RDF. RDF ini ada ekonominya, maggot juga ada nilai ekonominya,” katanya.
Ngatiyana bahkan menyinggung potensi maggot sebagai sumber protein.
Baca Juga:Hadapi Krisis Sampah dan Iklim, DLH Cimahi Tetapkan Empat Fokus Strategis LingkunganInsinerator Dilarang, DLH Cimahi Tekan Sampah Harian Lewat RDF dan TPST 3R
“Kalau RDF bisa dijual ke pabrik yang membutuhkan, maggot ini bermanfaat, selain untuk ikan, untuk ternak, sebenarnya kalau tega digoreng untuk lauk makan juga nggak apa-apa,” ujarnya.
“Iya, proteinnya tinggi. Ikan saja semakin gemuk makan itu apalagi orang, gitu,” sambungnya.
Untuk penyerapan RDF, Ngatiyana menegaskan Pemkot Cimahi telah menjalin kerja sama dengan sejumlah industri.
“Ada. RDF ditampung di Cibinong ya, di daerah Bogor. Ada juga di ya itu Semen Cibinong ya. Juga kemarin sudah komunikasi dengan Indocement, Ayutex yang ada di Kota Cimahi,” beber Ngatiyana.
Ia memperkirakan, dari 10 ton sampah yang diolah per hari di TPST Utama, akan dihasilkan sekitar 4 ton RDF.
“Ya, kita jelas di sini 10 ton per hari ya, tapi jadi RDF-nya mungkin jadi sekitar 4 ton, atau satu truk lah ya, satu truk bisa sehari,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menyatakan bahwa TPST Utama saat ini masih dalam tahap awal operasional, dengan kapasitas pengolahan 10-15 ton per hari.
Baca Juga:Menteri LH Tegaskan Sampah Tak Boleh Dibakar, DLH Cimahi Dorong TPST 3R dan RDF Kurangi Kiriman ke SarimuktiPengawasan Sampah Diperketat, Restoran hingga Ritel di Cimahi Wajib Kelola Mandiri atau Siap Kena Sanksi
“Ini gudang pabrik yang nganggur tiga tahun kami sewa. Di sini sudah lengkap dengan gardu listrik, ada IPAL dan air sehingga memenuhi untuk mengelola sampah. Kapasitasnya 10-15 ton untuk menampung sampah di wilayah Utama,” jelas Chanifah.
Menurutnya, kehadiran TPST Utama merupakan ikhtiar Pemkot Cimahi untuk menekan pengiriman sampah ke TPA Sarimukti. Dari total produksi sampah harian yang mencapai 233-250 ton dari sekitar 584 ribu penduduk, pengelolaan mandiri baru mampu menjangkau kurang dari separuhnya.
