Ternyata, pada hari tersebut, justru aplikasi sudah tidak bisa diakses lagi, dan saldo para member sudah berkurang namun tidak ada yang berhasil masuk kedalam rekening pribadi para mebernya.
Akhirnya para member sadar sudah menjadi korban penipuan aplikasi MBA dan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Salah satu korban adalah Dede Kusmawan (44), warga Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang.
Dede mengaku menjadi member MBA karena tergiur bonus dan keuntungan yang besar dengan tugas yang sederhana.
Baca Juga:Kolaborasi Len – BSSN Selaraskan Strategi Keamanan Siber NasionalRatusan Member Geruduk Kantor Aplikasi MBA di Pakuniran Probolinggo, Ini Tuntutannya
“Kerjanya cuma kirim dan konfirmasi. Setelah dapat tugas, langsung dibayar. Saya deposit sekitar Rp13 juta, sekali mengerjakan tugas bisa dapat upah Rp400 ribu,” kata Dede. Dia menyebut direkrut oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, sehingga sangat percaya, dan hal ini juga terjadi pada member lainnya yang datang dari berbagai kalangan termasuk juga oknum aparat dan tenaga pendidik.
Selain Dede, ada puluhan member yang sudah membuat laporan untuk kasus ini, agar segera bisa diproses secara hukum.
