Pemkot Bandung Perketat Antisipasi Lonjakan PPKS Selama Ramadan

ilustrasi PPKS di Kota Bandung. (Dimas/JE)
ilustrasi PPKS di Kota Bandung. (Dimas/JE)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Sosial (Dinsos) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi melonjaknya jumlah Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) selama bulan suci Ramadan.

Berdasarkan hasil pemetaan awal yang telah dilakukan, sedikitnya terdapat sekitar 17 hingga 28 titik yang dinilai rawan menjadi lokasi munculnya aktivitas PPKS. Titik-titik tersebut menjadi perhatian khusus karena berpotensi mengalami peningkatan intensitas selama Ramadan dan membutuhkan langkah antisipasi yang lebih serius dan terkoordinasi.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, menyampaikan bahwa Wali Kota Bandung bersama Sekretaris Daerah telah memberikan arahan tegas kepada seluruh perangkat daerah terkait agar segera menyiapkan langkah-langkah preventif dan responsif.

Baca Juga:Penjahit Rumahan Bersiap Hadapi Lonjakan PesananDi Balik Kue Keranjang Imlek, Ada Konsistensi yang Terjaga Lebih dari Dua Dekade

Arahan tersebut terutama difokuskan pada periode menjelang Ramadan hingga pelaksanaan ibadah puasa berlangsung, mengingat momentum ini kerap dimanfaatkan oleh sejumlah PPKS untuk mencari penghasilan di ruang-ruang publik.

Menurut Yorisa, bulan Ramadan sering dianggap sebagai waktu yang “menguntungkan” bagi sebagian PPKS, karena adanya kecenderungan masyarakat untuk lebih dermawan dan mudah memberikan sedekah.

Namun demikian, Pemkot Bandung kembali menegaskan bahwa praktik pemberian bantuan secara langsung di jalan bukanlah solusi yang tepat dan justru berpotensi memperpanjang permasalahan sosial.

“Ramadan memang sering dijadikan momentum oleh PPKS untuk mengais rezeki, karena empati dan kepedulian masyarakat biasanya meningkat. Akan tetapi, kami menekankan bahwa bantuan tidak seharusnya diberikan di jalan. Justru situasi ini akan kami jadikan kesempatan untuk memperkuat penjangkauan tahap kedua dan tahap-tahap selanjutnya, agar penanganan bisa lebih tepat sasaran,” ujar Yorisa, Selasa (10/2).

Lebih lanjut, Yorisa mengungkapkan bahwa hasil penjangkauan yang telah dilakukan menunjukkan dominasi kelompok gelandangan dan pengemis di antara PPKS yang terjaring.

Selain itu, Dinsos juga menemukan fenomena keluarga yang terpaksa tinggal di gerobak serta kelompok tunawisma atau homeless yang hidup tanpa tempat tinggal tetap di sejumlah wilayah Kota Bandung.

“Dalam penjangkauan kemarin, kami menemukan sekitar tiga keluarga yang tinggal di rumah gerobak. Gerobak tersebut sudah kami angkut sebagai bagian dari penanganan awal. Selain itu, jumlah gelandangan dan tunawisma juga masih cukup banyak dan membutuhkan penanganan yang berkelanjutan,” jelasnya.

0 Komentar