JABAR EKSPRES – Kabar kembalinya Cristiano Ronaldo ke lapangan bersama Al Nassr akhirnya menemukan kejelasan. Setelah sempat absen dan memicu beragam spekulasi, megabintang asal Portugal itu dikabarkan telah mengakhiri aksi mogoknya dan bersiap kembali memperkuat klub Arab Saudi tersebut.
Informasi ini diungkap media Italia CalcioMercato, yang merujuk pada perkembangan terbaru di internal Al Nassr serta laporan media Portugal A Bola. Situasi ini menandai berakhirnya periode ketegangan yang cukup sensitif, baik bagi klub maupun bagi Ronaldo sebagai figur sentral proyek besar sepak bola Arab Saudi.
Konflik Internal Al Nassr Akhirnya Tuntas
Menurut laporan CalcioMercato, kesepakatan telah tercapai antara Cristiano Ronaldo, manajemen Al Nassr, dan Public Investment Fund (PIF) yang menaungi sejumlah klub elite Liga Arab Saudi. Serangkaian pertemuan intensif disebut berhasil menyelesaikan perbedaan yang sebelumnya mengganggu stabilitas tim.
Baca Juga:MU vs West Ham: Carrick Pastikan De Ligt, Mount, dan Dorgu AbsenSimulasi KUR Mandiri 2026 Rp10 Juta, Angsuran Mulai Rp195 Ribu per Bulan
A Bola melaporkan bahwa Ronaldo telah kembali mengikuti sesi latihan bersama skuad Al Nassr. Kehadiran kembali sang kapten timnas Portugal di pusat latihan menjadi sinyal kuat bahwa konflik internal telah dituntaskan. Suasana klub disebut kembali kondusif, dengan fokus penuh diarahkan pada persiapan pertandingan mendatang.
Bagi Al Nassr, peran Ronaldo jauh melampaui kontribusi di atas lapangan. Ia adalah pemimpin di ruang ganti, ikon global, sekaligus simbol ambisi Liga Arab Saudi di panggung internasional.
Alasan Aksi Mogok
Absennya Ronaldo dalam beberapa laga terakhir memunculkan berbagai spekulasi. CalcioMercato mengungkap bahwa aksi mogok tersebut dipicu oleh lebih dari satu faktor. Salah satunya adalah ketidakpuasan terhadap kebijakan transfer klub yang dinilai belum mampu menandingi langkah agresif rival utama, khususnya Al Hilal.
Situasi tersebut diperparah oleh isu keterlambatan pembayaran gaji kepada sejumlah pegawai klub. Berdasarkan laporan A Bola, Ronaldo memandang masalah ini sebagai persoalan prinsip. Ia disebut tidak nyaman melihat hak staf klub tertunda, sehingga memilih mengambil sikap tegas sebagai bentuk tekanan moral kepada manajemen.
Setelah kewajiban finansial diselesaikan, ketegangan internal pun mereda. Langkah ini menjadi titik balik yang membuka jalan rekonsiliasi antara Ronaldo dan manajemen Al Nassr.
