JABAR EKSPRES – Makanan khas Imlek selalu menjadi bagian penting dalam perayaan Tahun Baru Imlek.
Bukan sekadar hidangan untuk dinikmati bersama keluarga, setiap sajian memiliki makna simbolis yang dipercaya membawa keberuntungan, kesehatan, dan kelimpahan di tahun yang baru.
Di Indonesia, makanan khas Imlek juga mengalami penyesuaian dengan budaya lokal, sehingga cita rasanya semakin beragam dan dekat dengan lidah masyarakat.
Baca Juga:Update Tabel Angsuran KUR Mandiri 2026 untuk UMKM Perintis, Cicilan Super Murah? Cek di Sini!Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp50 Juta–Rp200 Juta, Cicilan Murah? Cek Disini!
Daftar Makanan Khas Imlek Beserta Filosofinya
1.Kue Keranjang, Simbol Keharmonisan dan Rezeki
Makanan khas Imlek yang paling identik adalah kue keranjang atau nian gao. Teksturnya lengket dan rasanya manis, melambangkan hubungan keluarga yang erat serta harapan hidup yang semakin manis dari tahun ke tahun. Kata “nian” berarti tahun, sedangkan “gao” bermakna tinggi, sehingga kue keranjang juga dimaknai sebagai doa agar kehidupan terus meningkat.
Di Indonesia, kue keranjang tidak hanya dimakan langsung. Banyak keluarga mengolahnya menjadi gorengan dengan balutan tepung atau dicampur santan dan pisang. Kreasi ini menjadi ciri khas Imlek Nusantara yang jarang ditemukan di China.
2.Ikan Utuh sebagai Lambang Kelimpahan
Ikan utuh hampir selalu hadir dalam hidangan makanan khas Imlek. Dalam bahasa Mandarin, ikan disebut “yu” yang memiliki pelafalan mirip dengan kata “kelimpahan”. Karena itu, ikan melambangkan rezeki berlebih dan kehidupan yang makmur.
Penyajian ikan biasanya tidak dipotong sebelum dimakan sebagai simbol keutuhan dan kesinambungan rezeki. Di Indonesia, ikan bandeng, kakap, atau gurame sering dipilih dan diolah dengan bumbu sederhana agar tetap mempertahankan makna aslinya.
3.Mie Panjang Umur yang Tidak Boleh Diputus
Mie panjang umur atau longevity noodles menjadi makanan khas Imlek yang sarat makna. Mie ini melambangkan umur panjang dan kesehatan. Karena itu, mie sebaiknya tidak dipotong saat dimasak atau dimakan.
Di Indonesia, mie panjang umur sering disajikan dengan tambahan sayuran, bakso, atau ayam kecap. Meski tampilannya sederhana, filosofi di balik hidangan ini tetap dijaga oleh banyak keluarga Tionghoa.
