Kasus Gangguan Emosional Pelajar Naik, Pemkot Bandung Libatkan Psikolog di Sekolah

Kasus Gangguan Emosional Pelajar Naik, Pemkot Bandung Libatkan Psikolog di Sekolah
Ilustrasi: Pelajar SMP berjalan menuju ruang kelas. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Nanti akan ada kolaborasi antara Himpsi dengan Dinas Pendidikan untuk intervensi di sekolah. Sementara untuk kewilayahan, bisa berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan agar psikolog turun memberikan psikoedukasi kepada para orang tua tentang cara mendidik dan mendampingi anak yang baik dan benar,” ujarnya.

Kolaborasi lintas sektor tersebut akan diwujudkan dalam berbagai bentuk program. Di antaranya pelatihan guru BK, program training of trainers (ToT), pendampingan psikolog di sekolah, serta psikoedukasi bagi orang tua di tingkat kewilayahan.

Dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan sekolah, psikolog, pemerintah, dan keluarga, Ilmi berharap persoalan kesehatan mental pelajar di Kota Bandung dapat ditekan secara bertahap dan berkelanjutan.

Baca Juga:Di Tengah Tantangan Global, Industri Pengolahan Jadi Tulang Punggung Perekonomian Indonesia di 2025Bangkitkan Ekonomi, Pemerintah Siapkan Anggaran 6 Miliar Dollar untuk Industri Padat Karya 

“Ini tidak bisa dikerjakan satu pihak saja. Harus ada kerja sama antara sekolah, psikolog, pemerintah dan orang tua. Intervensinya menyasar anak, tapi juga lingkaran di sekitarnya,” pungkasnya.

0 Komentar