Kemiskinan dan Ketimpangan Menurun, Gini Ratio Jawa Barat Terendah Sejak 2020

Kepala BPS Jabar Margaretha Ari Anggorowati menerangkan update kondisi kemiskinan Jawa Barat, Kamis (5/2)
Kepala BPS Jabar Margaretha Ari Anggorowati menerangkan update kondisi kemiskinan Jawa Barat, Kamis (5/2). (Dok Humas)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kondisi sosial ekonomi di Jawa Barat pada 2025 menunjukkan tren yang kian membaik. Jumlah penduduk miskin mengalami penurunan, baik dari sisi persentase maupun jumlah jiwa. Perbaikan juga tercermin dari menurunnya angka ketimpangan atau gini ratio.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (5/2/2026), persentase penduduk miskin di Jawa Barat pada September 2025 tercatat sebesar 6,78 persen.

Angka tersebut turun dibandingkan Maret 2025 yang masih berada di level 7,02 persen. Secara jumlah, penduduk miskin di Jawa Barat tercatat sebanyak 3,55 juta orang, menurun dari 3,65 juta orang pada periode sebelumnya.

Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu

Dengan demikian, persentase penduduk miskin turun sebesar 0,24 poin, sementara jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 104,03 ribu orang.

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan bahwa penduduk miskin didefinisikan sebagai penduduk dengan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

“Garis kemiskinan periode September 2025 sebesar Rp. 575.499 per kapita per bulan, dengan rincian Rp.430.422 garis kemiskinan makanan dan Rp.145.077 garis kemiskinan non makanan per kapita per bulan. Kalau dibandingkan dengan Maret 2025, terjadi kenaikan garis kemiskinan sebesar 5,07 persen,” jelasnya.

BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pembentukan garis kemiskinan, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Untuk kelompok makanan, komoditas utama meliputi beras, rokok kretek filter, telur ayam, daging, dan kopi.

Sementara itu, kelompok nonmakanan didominasi oleh perumahan, bensin, listrik, pendidikan, serta perlengkapan mandi.

Gini Ratio Turun di Angka 0,397 Poin

Kabar baik juga terjadi pada angka gini ratio Jawa Barat. Pada periode September 2025, angkanya menunjukkan penurunan.

BPS mencatat bahwa gini ratio Jawa Barat bisa tembus 0,397 point. Angka itu turun 0,019 poin dibandingkan Maret 2025 yang masih di 0,416 point. Angka itu juga terendah sejak September 2020.

Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung

Gini ratio di perkotaan memang lebih tinggi dibanding perdesaan. Namun angkanya sama-sama menurun. Perdesaan di 0,308 sedangkan perkotaan di 0,408 point.(son)

0 Komentar