JABAR EKSPRES – Harga dolar AS hari ini terhadap rupiah Indonesia pada Selasa, 3 Februari 2026, menunjukkan pergerakan yang relatif stabil dengan kecenderungan penguatan rupiah. Berdasarkan data spot market dan kurs perbankan, dolar AS diperdagangkan di kisaran Rp16.765 hingga Rp16.790 per USD.
Rupiah tercatat menguat sekitar 0,20 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya, mencerminkan sentimen pasar yang cukup positif pada awal pekan ini.
Pada perdagangan pagi hari, nilai tukar spot market yang mengacu pada Bloomberg menunjukkan dolar AS berada di level Rp16.765 per USD. Level ini menandakan penguatan rupiah jika dibandingkan dengan posisi kurs referensi Bank Indonesia (BI) pada Senin, 2 Februari 2026, yang berada pada kisaran Rp16.712 untuk beli dan Rp16.879 untuk jual.
Baca Juga:Utusan Khusus AS Dijadwalkan ke Israel, Bahas Iran di Tengah Memanasnya SituasiShakur Stevenson Taklukkan Teofimo Lopez dan Rebut Gelar WBO Kelas Welter Junior
Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah mulai mereda, meskipun volatilitas global masih membayangi pasar keuangan.
Sementara itu, kurs dolar AS di perbankan nasional menunjukkan variasi sesuai dengan jenis transaksi. Bank Central Asia (BCA) melalui e-rate mencatat kurs beli di level Rp16.770 dan kurs jual Rp16.790 per USD sekitar pukul 10.00 WIB.
Kurs e-rate ini umumnya digunakan untuk transaksi non-tunai seperti transfer dan pembayaran elektronik, sehingga sering menjadi acuan bagi pelaku usaha dan masyarakat yang melakukan transaksi digital.
Untuk transaksi fisik, seperti penukaran uang tunai, BCA menetapkan kurs yang lebih lebar. Pada layanan TT Counter dan bank notes, kurs beli dolar AS berada di level Rp16.620, sedangkan kurs jual mencapai Rp16.920 per USD. Perbedaan ini lazim terjadi karena transaksi fisik melibatkan biaya tambahan, termasuk pengelolaan uang tunai dan risiko fluktuasi nilai tukar.
Penguatan rupiah pada hari ini diperkirakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain aliran modal asing yang kembali masuk ke pasar keuangan domestik serta sikap pelaku pasar yang cenderung menunggu rilis data ekonomi global terbaru.
Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter bank sentral global yang lebih terukur turut memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak menguat.
Meski demikian, pelaku pasar dan masyarakat diimbau tetap mencermati perkembangan nilai tukar sepanjang hari. Harga dolar AS terhadap rupiah dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan domestik.
