Kolaborasi Pentahelix, 8 Ton Benih Ditebar di Lahan Kritis Kabupaten Bandung Lewat Aeroseeding

Pemerintah Kabupaten Bandung bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara melaksanakan kegiatan penebaran benih
Pemerintah Kabupaten Bandung bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara melaksanakan kegiatan penebaran benih tanaman melalui metode pesawat terbang atau aeroseeding di sejumlah lahan kritis wilayah Kabupaten Bandung. Foto Agi/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara melaksanakan kegiatan penebaran benih tanaman melalui metode pesawat terbang atau aeroseeding di sejumlah lahan kritis wilayah Kabupaten Bandung.

Kegiatan tersebut dipusatkan dari Pangkalan TNI AU Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Sabtu (31/1/2026).

Bupati Bandung Dadang Supriatna menjelaskan, gagasan penggunaan metode aeroseeding berawal dari keprihatinan pasca bencana alam yang terjadi di Kecamatan Arjasari beberapa waktu lalu.

Baca Juga:Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi WamenkeuLayvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling Menentukan

Menurutnya, kondisi lahan yang rusak dan rawan longsor mendorong perlunya upaya penghijauan yang lebih masif dan efektif.

“Pertama tentunya pasca bencana yang melanda Kabupaten Bandung, khususnya di Arjasari. Itu menjadi salah satu awal kenapa dilakukan aeroseeding,” ujar Dadang saat ditemui.

Ia menuturkan, gagasan tersebut kemudian dibahas bersama Forkopimda Kabupaten Bandung dan pihak TNI AU, termasuk Danlanud Sulaiman dan Husein Sastranegara, dalam pertemuan rutin bulanan.

Dari hasil koordinasi, disepakati penggunaan pesawat udara untuk menjangkau wilayah-wilayah yang tidak dapat diakses kendaraan darat.

Dadang mengungkapkan, ketersediaan bibit sempat menjadi kendala. Namun, terobosan muncul melalui gerakan pengumpulan biji-bijian oleh para siswa yang didukung orang tua dan PGRI. Dari gerakan tersebut, berhasil dihimpun sekitar 5,2 juta biji-bijian dengan berat hampir 8 ton.

“Alhamdulillah terkumpul 5,2 juta biji-bijian atau hampir 8 ton yang saat ini sudah siap ditebar, tidak hanya di Kabupaten Bandung tapi juga daerah perbatasan seperti Garut, Cianjur, Sumedang, dan Bandung Barat,” jelasnya.

Ia menegaskan, seluruh kegiatan aeroseeding ini tidak menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bandung. Pendanaan sepenuhnya berasal dari program CSR melalui kolaborasi pentahelix, melibatkan sejumlah BUMD dan perbankan.

Baca Juga:Dion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib BandungDPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat Sasaran

“Ini betul-betul CSR, untuk kepentingan dan kebutuhan warga masyarakat Kabupaten Bandung,” kata Dadang.

Untuk tahap awal, aeroseeding dilakukan di tiga titik utama, yakni Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari seluas 123 hektare, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari seluas 137 hektare, serta Desa Girimulya, Kecamatan Pacet dengan luasan mencapai 478 hektare.

Lokasi tersebut merupakan kawasan rawan longsor dan sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Ini diharapkan bisa menahan erosi, memperkuat vegetasi, dan mengurangi potensi bencana. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Barat bahkan Indonesia,” ucapnya.

0 Komentar