JABAR EKSPRES – Hujan deras yang mengguyur Kota Cimahi dalam durasi cukup lama beberapa waktu lalu, mengakibatkan banjir di empat RW Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan.
Banjir yang terjadi sejak Sabtu (24/1/2026) itu merendam RW 10, RW 11, RW 13, dan RW 15. Hingga Kamis sore (29/1/2026), air masih menggenang di sejumlah titik permukiman warga.
Genangan air bahkan meluas hingga ke Jalan Nanjung, membuat arus lalu lintas dari Cimahi menuju Soreang maupun sebaliknya lumpuh total.
Baca Juga:Rutin Konsumsi Alpukat? Khasiatnya Gak Main-main!Sehat dan Berat Badan Stabil, Ini 5 Kebiasaan yang Bantu Metabolisme Bekerja Optimal
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana yang pada waktu itu meninjau langsung lokasi banjir menyebutkan, puluhan warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah Kota Cimahi menyiapkan lokasi pengungsian sementara di salah satu sekolah dasar di Kelurahan Utama.
“Dari BPBD, Kelurahan, dan Dinsos sudah turun tangan mengevakuasi warga yang masih kebanjiran. Kita tempatkan di SD Mandiri yang ada di Kelurahan Utama,” ujar Ngatiyana saat ditemui di Cimahi, Jum’at (30/1/2026).
Ngatiyana menegaskan, meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir kali ini tercatat sebagai yang terparah melanda Kelurahan Utama. Tingginya curah hujan ekstrem serta tersumbatnya sejumlah saluran drainase menjadi faktor utama penyebab banjir.
“Semua sedang hujan ekstrem, mulai dari sebelah utara yang lokasinya tinggi, sehingga Cimahi paling bawah dan penyumbatan drainase, karena derasnya air terjadilah banjir,” ungkapnya.
Menurutnya, banjir juga terjadi di beberapa wilayah lain di Kota Cimahi. Namun, genangan di daerah tersebut relatif lebih cepat surut dibandingkan Kelurahan Utama yang secara geografis berada di wilayah paling rendah.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Cimahi bersama warga telah melakukan kerja bakti, termasuk pengerukan drainase sejak Sabtu pagi.
Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat surutnya genangan serta mencegah banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Baca Juga:Dari Seremoni ke Keberlanjutan: Menata Ulang Pengabdian Masyarakat Desaibis Bandung Pasteur Hadirkan “Ririungan Ramadhan”, Buka Puasa All You Can Eat dengan Live Music
Ia menjelaskan, genangan air yang kian mulai surut, namun masih membuat aktivitas warga lumpuh. Mulai dari kegiatan memasak hingga aktivitas rumah tangga lainnya tidak dapat dilakukan secara normal.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk segera membangun dapur umum bagi warga terdampak.
