JABAR EKSPRES – Seorang warga dilaporkan meninggal dalam peristiwa longsor tembok penahan tanah (TPT) di wilayah Kampung Jerokuta Kaum RT 05 RW 16, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (29/1) malam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko menjelaskan, korban diketahui bernama Aminah (54). Saat peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.45 WIB, korban sedang berada di teras rumahnya.
“Korban lagi keluar dari teras rumah, kebetulan posisinya itu bersisian dengan jalan setapak dan tembok penahan tanah (TPT) yang ambrok dan langsung mengenai korban,” kata Dimas saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga:Bagian Dapur Rumah di Cipaku Bogor Selatan Hancur, Warga: Tiga Kali Ditimpa Longsor Hujan Tak Kunjung Reda, Dua Titik Rawan di Kota Bogor Kembali Longsor
Dimas menjelaskan, TPT yang ambruk tersebut memiliki ketinggian sekitar tiga 3 meter. Curah hujan dengan intensitas tinggi sejak pagi hingga malam hari disebutnya menjadi penyebab struktur TPT tidak mampu menahan beban tanah hingga akhirnya ambruk.
Usai kejadian, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, unsur terkait, serta warga sekitar segera melakukan proses evakuasi terhadap korban yang tertimbun material longsoran.
Namun, setelah berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Melania, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit pada Kamis malam.
“Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dan dibantu warga setempat. Korban kemudian berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Melania. Setelah dibawa ke RS Melania, korban dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.
Adapun BPBD Kota Bogor telah mengambil langkah darurat dan upaya awal pengamanan di lokasi dengan menutup area terdampak longsor menggunakan terpal sebagai upaya antisipasi risiko susulan.
Selain itu, BPBD juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, antara lain penyediaan hunian sementara, bantuan kebutuhan pokok, perbaikan struktur TPT yang rusak, serta pemasangan rambu peringatan bahaya di titik-titik rawan longsor.
BPBD Kota Bogor pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang bermukim di wilayah rawan longsor, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa waktu ini.
Baca Juga:Hujan Deras Berkepanjangan Picu Longsor, Satu Rumah Rusak Parah di Kemang BogorDiguyur Hujan Deras, Bahu Jalan di Bogor Selatan Alami Longsor
“Kami mengimbau warga yang tinggal di dekat lereng, bantaran sungai, maupun tembok penahan tanah agar lebih waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah,” tandasnya.
