Selain itu, sektor kripto juga ikut menyumbang tekanan beli. Rencana Tether untuk mengalokasikan sebagian portofolionya ke emas fisik menambah ketat pasokan logam mulia di pasar global.
Meski potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka, analis menilai fundamental harga emas masih sangat kuat. Ketidakpastian ekonomi global, inflasi yang belum sepenuhnya terkendali, serta ketegangan geopolitik membuat emas tetap menjadi pilihan utama sebagai aset aman.
Bagi investor jangka panjang, fluktuasi harga dinilai sebagai peluang akumulasi. Selain emas fisik, instrumen lain seperti saham perusahaan tambang emas dan ETF berbasis emas juga bisa menjadi alternatif investasi.
Baca Juga:Kota Sukabumi Raih UHC Awards 2026, Cakupan Kepesertaan JKN Tembus 98%BRI Berhasil Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun kepada 118 Ribu Debitur hingga Tahun 2025
Lonjakan harga emas hari ini menegaskan kembali peran emas sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah gejolak global. Dengan harga emas Antam kini berada di level Rp3.304.000 per gram, investor disarankan untuk mencermati pergerakan pasar dan menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing.
