JABAR EKSPRES – Tim SAR gabungan kembali mengerahkan ribuan personel dan belasan alat berat untuk melanjutkan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis (29/1/2026).
Dalam operasi pencarian hari ini, tim SAR memfokuskan penyisiran di tiga sektor utama, yakni sektor A1, A2, serta memperluas pencarian dengan menyeberang ke sektor B2. Pola pencarian dilakukan dengan pembagian tugas yang jelas, melibatkan berbagai unsur dari TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan SAR.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Y. Bramantyo, mengatakan pola pencarian pada hari ini relatif sama dengan hari sebelumnya. Setiap sektor ditangani oleh komandan tim dari masing-masing unsur untuk memastikan koordinasi berjalan optimal.
Baca Juga:Tim DVI Polda Jabar Terima 50 Kantong Jenazah, 34 Korban Longsor Cisarua Berhasil DiidentifikasiAntisipasi Bencana, Pemkab Bandung Barat Tutup Sementara Destinasi Wisata Curug di Cisarua
“Pola pencarian masih seperti kemarin. Kami fokus di sektor A1, A2, dan menyeberang ke sektor B2. Setiap sektor sudah ada komandan tim dari TNI, Polri, dan relawan SAR,” ujar Bramantyo di Pasirlangu.
Namun demikian, kondisi cuaca masih menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Hujan yang kembali turun membatasi pergerakan personel dan alat berat di lapangan, meskipun pada Rabu (28/1/2026) tim SAR berhasil mengevakuasi dua body pack korban.
“Kendala terbesar masih cuaca. Saat hujan turun, aktivitas pencarian tidak bisa maksimal. Meski begitu, kemarin kami masih berhasil mengevakuasi dua body pack,” katanya.
Bramantyo berharap hasil pencarian hari ini dapat lebih optimal dibandingkan hari sebelumnya. Ia menyebut sempat terjadi cuaca cerah dalam waktu singkat sebelum hujan kembali mengguyur kawasan longsor.
“Harapan kami hari ini bisa lebih dari capaian kemarin. Tadi sempat cerah sebentar, tapi sekarang hujan turun lagi. Kami tetap menyesuaikan dengan kondisi lapangan,” ujarnya.
Dalam operasi pencarian, SAR gabungan mengerahkan sekitar 3.000 personel dengan dukungan 17 unit alat berat. Personel terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat.
Berdasarkan data hingga Rabu (28/1/2026) pukul 16.00 WIB, jumlah korban yang berhasil dievakuasi mencapai 53 body pack. Sementara itu, sekitar 27 korban lainnya masih dalam proses pencarian. Dari total korban yang ditemukan, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi 38 orang.
