JABAR EKSPRES – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat berhasil mengidentifikasi 34 korban meninggal dunia akibat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Proses identifikasi tersebut dilakukan setelah tim menerima total 50 kantong jenazah hingga hari keempat pencarian korban.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa jumlah korban teridentifikasi mengalami penambahan dibandingkan hari sebelumnya.
Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung
“Hingga tadi malam, total 34 korban telah berhasil diidentifikasi. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya 30 korban,” ujar Hendra, Rabu (28/1).
Hendra merinci, empat korban yang baru teridentifikasi masing-masing atas nama Awang Sih (70), yang dikenali melalui properti pribadi, tanda medis, serta data medis gigi. Kemudian Wati alias Enok (58), yang teridentifikasi berdasarkan sidik jari dan tanda medis.
Selanjutnya, korban atas nama Bayu Nur Cahaya (33), laki-laki, berhasil diidentifikasi melalui pencocokan sidik jari dan data odontologi. Sementara korban terakhir, Epon (30), perempuan, teridentifikasi berdasarkan sidik jari, data gigi, serta rekam medis.
“Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh dengan mengombinasikan berbagai metode, mulai dari sidik jari, odontologi, hingga data medis dan properti yang melekat pada korban,” jelas Hendra.
Ia menegaskan bahwa Tim DVI Polda Jawa Barat akan terus melanjutkan proses identifikasi terhadap seluruh korban yang telah ditemukan hingga seluruhnya dapat dipastikan identitasnya.
“Tim DVI Polda Jabar memastikan proses identifikasi akan terus berjalan sampai semua korban berhasil teridentifikasi,” pungkasnya.
Sebelumnya, bencana longsor terjadi di Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Sedikitnya 30 rumah warga dilaporkan tertimbun material longsor yang berasal dari perbukitan di kaki Gunung Burangrang.
Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang selama dua hari berturut-turut. Material longsor menerjang permukiman warga yang berada di jalur rawan, menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menyebutkan bahwa titik longsor berada di RT 05 RW 11. Menurutnya, tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir menjadi faktor utama pemicu terjadinya longsor.
