JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengklaim, rumah dengan konsep vertikal belum diminati oleh masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bogor Eko Mujiarto menjelaskan, sampai saat ini masyarakat yang ingin membeli rumah belum tertarik pada konsep rumah vertikal.
“Kalau untuk saat ini belum sih, jadi tergantung masyarakat ingin membeli rumah, sekarang kebanyakan masih belum ke arah vertikal,” jelas Eko saat dihubungi, pada Rabu (28/1/2026).
Baca Juga:Bunga Bangkai Raksasa di Kebun Raya Bogor Mulai Memasuki Fase MekarPengamat Dorong Solusi Konkret agar Penghapusan Angkot Tua di Bogor Tak Picu Gejolak Sosial
Ia menilai, masyarakat Kabupaten Bogor masih memilih konsep dengan rumah deret dibanding rumah vertikal.
“Rumah deret, iya (masih diminati),” kata dia.
Dia menjelaskan, masih terdapat kendala pada minat masyarakat yang kecil untuk merealisasikan pembangunan rumah vertikal.
“Kalau efektivitas di kita masalahnya itu tadi dari pihak pengembang maupun dari pihak peminat masyarakat di Kabupaten Bogor masih kecil,” jelasnya.
Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyarankan agar beberapa daerah dengan padat penduduk untuk beralih membangun rumah vertikal.
Dalam unggahan instagram pribadinya @dedimukyadi71, Dedi menyebutkan beberapa daerah yang dinilai memiliki kepadatan penduduk.
Dedi juga menutur, pembangunan rumah vertikal itu sebagai salah satu cara untuk membebaskan masyarakat dari “Hantu Banjir”.
“Perumahan di area padat penduduk, seperti Bekasi, Depok, wilayah Bandung Raya, Bogor, dan wilayah lainnya yang dikategorikan padat penduduk, maka tidak ada pilihan lain selain rumah vertikal, apartemen karena itu satu-satunya jalan untuk membebaskan masyarakat dari hantu banjir yang datang dalam setiap waktu,” kata Dedi pada unggahan Instagramnya @dedimulyadi71.
