JABAR EKSPRES – Ketika kamu berencana menambah modal usaha di tahun depan, satu pertanyaan selalu muncul lebih dulu, berapa cicilan per bulan yang harus kamu bayar? Di titik inilah KUR BRI 2026 menjadi salah satu skema pembiayaan yang paling rasional dan banyak dipertimbangkan pelaku UMKM. Program ini bukan sekadar pinjaman, tetapi instrumen pendukung usaha yang dirancang dengan bunga terkontrol dan tenor fleksibel.
Bank Rakyat Indonesia kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat dengan struktur pembiayaan yang relatif stabil. Salah satu nominal yang paling sering diajukan adalah plafon Rp50 juta, karena berada di tengah-tengah kebutuhan usaha mikro yang ingin naik kelas tanpa tekanan cicilan terlalu besar.
Sebelum membahas cicilan, kamu perlu memahami struktur bunga KUR BRI 2026. Pemerintah menetapkan skema bunga efektif yang berbeda berdasarkan jenis kredit dan sektor usaha. Tujuannya jelas, agar pembiayaan tetap sehat bagi bank dan tetap terjangkau bagi debitur.
Berikut ketentuan bunga yang berlaku:
KUR Supermikro: bunga 3 persen efektif, plafon hingga Rp10 juta
Baca Juga:Deretan Motor Listrik Tahan Banjir: Tak Perlu Lagi Takut Genangan di Jalanan Kota!Ambil Langsung Saldo DANA Gratis Rp50.000 28 Januari 2026, Berikut Link DANA Kagetnya!
KUR Mikro: bunga 6–9 persen efektif, plafon Rp10 juta hingga Rp100 juta
KUR Kecil: bunga 6–9 persen efektif, plafon Rp100 juta hingga Rp500 juta
KUR Mikro sektor produksi 4P (pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan): dapat diakses maksimal empat kali dengan akumulasi plafon hingga Rp400 juta
Untuk pinjaman Rp50 juta, kamu masuk dalam kategori KUR Mikro, dengan bunga efektif yang relatif lebih ringan dibanding kredit komersial biasa.
Rincian Cicilan KUR BRI 2026 Plafon Rp50 Juta
Di sinilah bagian yang paling krusial. Kamu tidak hanya perlu tahu bunganya, tetapi juga harus menghitung cicilan bulanan secara realistis. BRI menyediakan beberapa pilihan tenor agar cicilan bisa disesuaikan dengan arus kas usaha.
Berikut simulasi cicilan KUR BRI 2026 Rp50 juta:
Tenor 12 bulan: Rp4.416.667 per bulan
Tenor 18 bulan: Rp3.027.778 per bulan
Tenor 24 bulan: Rp2.333.333 per bulan
Tenor 36 bulan: Rp1.638.889 per bulan
Tenor 48 bulan: Rp1.291.667 per bulan
Tenor 60 bulan: Rp1.083.333 per bulan
Angka ini memberi gambaran jelas bahwa semakin panjang tenor yang kamu pilih, semakin ringan cicilan per bulan. Namun, kamu tetap perlu menyesuaikannya dengan kemampuan usaha agar pembayaran berjalan lancar tanpa risiko kredit macet.
