Namun demikian, Suharyanto menegaskan bahwa operasi pencarian tidak akan dihentikan secara sepihak apabila target waktu tersebut belum tercapai.
“Target kami H+7 seluruh korban dapat ditemukan. Namun jika sampai batas waktu itu masih ada korban yang belum ditemukan, pencarian tetap dilanjutkan. Penghentian pencarian bukan keputusan dari BNPB atau Basarnas, melainkan berdasarkan persetujuan keluarga korban. Selama ahli waris belum mengizinkan, pencarian akan terus dilakukan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa kondisi atmosfer di sekitar lokasi longsor masih cukup aktif. Hal tersebut menyebabkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga:Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi WamenkeuLayvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling Menentukan
Ia menjelaskan, operasi modifikasi cuaca di wilayah Jawa Barat telah dilakukan sejak 24 Januari 2026 dan direncanakan berlangsung hingga 29 Januari 2026. Namun, tingginya pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut membuat hasil modifikasi cuaca belum sepenuhnya optimal.
“Pertumbuhan awan saat ini cukup tinggi, sehingga efektivitas modifikasi cuaca belum maksimal. Oleh karena itu, kami mengimbau petugas di lapangan dan masyarakat sekitar lokasi longsor untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan,” ujar Teguh. (Wit)
