Wajah Baru Bandung, Farhan Tancap Gas Bangun Transportasi Modern untuk Urai Kemacetan

Sebuah angkot melintas di Jalan Dago, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Sebuah angkot melintas di Jalan Dago, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Sinkronisasi ini dinilai penting agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan maupun jalur layanan.

Tak hanya soal moda transportasi, Farhan juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung untuk mengurangi kemacetan. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah pembangunan jalan layang tambahan, terutama di titik-titik rawan macet.

Perlintasan sebidang jalur kereta api menjadi perhatian khusus karena kerap memicu antrean panjang kendaraan, terutama pada jam sibuk.

Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung

“Perlintasan sebidang ini salah satu sumber kemacetan. Maka pembangunan jalan layang tambahan menjadi opsi yang serius kita kaji,” ujarnya.

Melalui rangkaian program tersebut, Farhan berharap Bandung tidak hanya bebas macet, tetapi juga menjadi kota yang lebih tertib, ramah lingkungan, dan manusiawi.

Ia menegaskan bahwa transformasi transportasi bukan sekadar proyek fisik, melainkan perubahan cara berpikir masyarakat dalam bermobilitas.

0 Komentar