JABAR EKSPRES – Memasuki awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana seiring prakiraan peningkatan curah hujan sepanjang Januari.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat, mengatakan berdasarkan kajian BMKG, curah hujan Januari 2026 di Kabupaten Bandung diperkirakan berada pada kisaran 200–300 milimeter atau kategori menengah, yang berpotensi memicu banjir dan gerakan tanah di sejumlah wilayah.
Menindaklanjuti peringatan dini tersebut, Pemkab Bandung telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 300.2.3./155/082/PK/BPBD tentang Peringatan Dini dan Langkah-Langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Ancaman Bencana Alam Januari 2026.
Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung
“Pemkab Bandung segera menindaklanjuti peringatan dini dengan menerbitkan surat edaran sebagai pedoman kesiapsiagaan di lapangan,” ujar Diki, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, aparatur kewilayahan bersama OPD diminta aktif mendampingi desa dan kelurahan, mulai dari penyusunan kajian risiko bencana, pemantauan informasi cuaca, hingga penguatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, kewaspadaan harus ditingkatkan terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan, lereng, kaki gunung, dan bantaran sungai.
“Masyarakat di wilayah rawan bencana agar senantiasa waspada dan menyiapkan tas siaga bencana,” katanya.
Berdasarkan peta prediksi potensi bencana Jawa Barat Januari 2026, sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung masuk kategori potensi banjir tingkat menengah, di antaranya Arjasari, Banjaran, Cicalengka, Cilengkrang, Ciparay, Ciwidey, Ibun, Kertasari, Pangalengan, Rancabali, dan Soreang.
Selain banjir, Diki juga mengungkapkan adanya potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi di beberapa wilayah, seperti Baleendah, Banjaran, Cicalengka, Cilengkrang, Cimaung, Cimenyan, Ciparay, Kertasari, Majalaya, Nagreg, Pacet, Pangalengan, Pasirjambu, hingga Rancabali.
Pemkab Bandung menegaskan kesiapsiagaan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana selama musim hujan.
