JABAR EKSPRES – Dugaan penipuan bermodus program pemerintah menjerat sejumlah warga di Kota Banjar Ciamis dan Tasikmalaya dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.
Yang menjadi sorotan, salah satu korban adalah orang tua dari Anggota DPRD Kota Banjar dari Fraksi Golkar, Eko Pradana, yang menderita kerugian hingga Rp200 juta. Atas kejadian ini, Eko Pradana telah secara resmi melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Barat.
Menurut penuturan Eko, korban penipuan adalah ayahnya sendiri yang berprofesi sebagai pengusaha pupuk. Pelaku mengiming-imingi bisa mengurus penetapan titik lokasi sebagai mitra dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan pemerintah.
Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara
Sang ayah tertarik lantaran memiliki cukup modal untuk menjadi mitra MBG, ditambah paman dan kakanya juga ingin bekerjasama dalam program tersebut.
“Ayah saya sudah melakukan dua kali transaksi dengan total Rp200 juta ke pelaku. Saya membantu membuat laporan ke Polda Jabar, sekaligus melaporkan kasus ini ke pihak Badan Gizi Nasional (BGN),” jelas Eko saat diwawancara Jabar Ekspres, Minggu (25/1/2026).
Ia menegaskan bahwa dirinya bukanlah calon mitra, melainkan hanya membantu ayahnya yang memiliki keinginan untuk mengikuti program tersebut.
“Bukan saya yang akan menjadi mitra, tapi ayah saya, paman dan kakak yang ingin menjadi mitra MBG. Tapi nasib berkata lain, bukan titik dapur yang didapat namun malah uang untuk modal membuat dapur dibawa kabur,” imbuhnya.
Eko memaparkan modus yang digunakan pelaku, yang berasal dari Ciamis itu. Awalnya, pelaku meyakinkan korban dengan menjanjikan dua titik lokasi dapur MBG.
Bahkan, untuk memperkuat daya bujuk, pelaku menunjukkan identifikasi (ID) dapur yang diusulkan. Keyakinan itu yang membuat korban akhirnya mentransfer sejumlah uang yang diminta pelaku sebagai biaya pengurusan.
“Transaksinya juga langsung oleh ayah saya ke rekening pelaku. Pelaku orang Ciamis dan awalnya pertemuan memang meyakinkan bisa membantu mendapatkan titik dapur yang diusulkan. Tapi sampai sekarang tidak ada. Saya menuntut uang dikembalikan 100 persen,” tegas politisi Golkar tersebut.
Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota
Hingga saat ini, titik dapur yang dijanjikan tak kunjung direalisasi dan belum mendapat persetujuan resmi dari BGN.
