Drainase Menyempit, Jalan Nanjung Cimahi Lumpuh Total Lebih dari 12 Jam!

Banjir Rendam Jalan Nanjung Kota Cimahi, Akses Lalu Lintas Mati Total (mong)
Banjir Rendam Jalan Nanjung Kota Cimahi, Akses Lalu Lintas Mati Total (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Banjir kembali melanda Jalan Nanjung, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Genangan air setinggi lebih dari satu meter yang terjadi sejak Jumat malam hingga Sabtu (24/1/2026) membuat jalur utama tersebut lumpuh total selama lebih dari 12 jam.

Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di kawasan tersebut terhenti sepenuhnya. Dinas Perhubungan Kota Cimahi bersama Polres Cimahi menutup akses jalan demi keselamatan pengguna. Sedikitnya enam kendaraan besar terpaksa berhenti sekitar 20 meter dari titik genangan terdalam karena tidak dapat melintas.

Sejumlah pengendara sepeda motor yang sempat mencoba menerobos genangan akhirnya memilih putar balik dan mencari jalur alternatif. Banjir yang tak kunjung surut berdampak signifikan terhadap mobilitas warga, aktivitas ekonomi, hingga distribusi logistik di wilayah Cimahi Selatan.

Baca Juga:Brother Chang Dibuka di Bandung, Perpaduan Cita Rasa Asia dan Kisah InspiratifBelanja di Ciwalk Makin Seru, Banyak Hadiah dan Promo Romantis

Warga setempat, Rozak (52), mengatakan banjir mulai terjadi sejak Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Awalnya, genangan hanya setinggi 10–30 sentimeter, namun terus meningkat seiring hujan deras yang berlangsung tanpa henti.

“Awalnya genangan biasa, tapi lama-lama makin tinggi. Di beberapa titik bahkan mencapai dua meter,” ujar Rozak.

Ia menyebut banjir kali ini sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya kendaraan masih bisa melintas, kali ini Jalan Nanjung benar-benar tak bisa dilewati.

“Terakhir parah itu 2021, tapi sekarang yang paling tinggi, sampai se-dada orang dewasa,” katanya.

Ketua RT 04 RW 013 Kelurahan Utama, Fery, menjelaskan banjir dipicu meluapnya saluran air yang tidak mampu menampung debit kiriman dari wilayah lain, ditambah curah hujan tinggi selama tiga hari berturut-turut.

“Air kiriman dari daerah lain besar, sementara saluran air sudah tidak sanggup menampung,” ungkap Fery.

Ia menyebut banjir membentang sepanjang 500 meter hingga satu kilometer, merendam jalan dan permukiman warga. Di wilayahnya, delapan bangunan dan 30 kepala keluarga terdampak langsung.

Baca Juga:Ini 4 Jenis Olahraga Ringan, Tubuh Makin Sehat!Kolaborasi! UNINUS dan IDIP RI Gelar Webinar Internasional Pendidikan

“Enam tahun terakhir memang sering banjir, tapi tahun ini paling parah. Air juga lebih lama surut,” ucapnya.

Sebuah truk bermuatan pasir sempat terjebak dan mogok setelah nekat melintas di tengah genangan. Warga telah memperingatkan pengemudi, namun imbauan tersebut diabaikan.

0 Komentar