Misalnya di kawasan Bekasi, Karawang, Purwakarta, serta keberadaan Pelabuhan Patimban yang mampu memangkas biaya logistik hingga 10–14 persen dibandingkan melalui Tanjung Priok. “Ditambah lagi, negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand sedang menghadapi krisis energi, sementara Jawa Barat justru memiliki keandalan pasokan listrik. Hal ini menjadikan provinsi kami destinasi investasi yang sangat menarik. Banyak perusahaan besar, termasuk Pokton dan BYD, telah menanamkan modal di sini,” paparnya.
Azhar berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap potensi ini agar peluang kerja bagi masyarakat semakin terbuka lebar. Diharapkan, Kongres IV Gaspermindo dapat melahirkan kepemimpinan yang visioner, mampu mengawal inovasi serikat pekerja, serta mewujudkan visi pekerja sejahtera di tengah kemajuan digital menuju Indonesia Maju. (bbs)
