JABAR EKSPRES – Wali Kota Cimahi Ngatiyana memberikan tanggapan terkait penempatan tiga unit rudal Rapier di kawasan Bundaran Jati, Kota Cimahi. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan hasil komunikasi antara Pemerintah Kota Cimahi dan TNI Angkatan Darat, sekaligus bagian dari penataan ruang kota yang mengedepankan identitas daerah.
“Terkait penempatan tiga rudal Rapier di Bundaran Jati, bahwa ini adalah kita komunikasi dengan TNI Angkatan Darat bahwa kita akan menghiasi taman-taman ini sesuai dengan momen bahwa Cimahi adalah kota militer, kota hijau, kota agamis,” ujar Ngatiyana saat ditemui awak media di lokasi, Kamis (21/1/26).
Menurutnya, penempatan alutsista tersebut bukan sekadar ornamen tanpa makna, melainkan memiliki pesan sejarah yang kuat. Pemerintah Kota Cimahi, kata dia, secara khusus mengajukan permohonan kepada pimpinan Angkatan Darat agar alutsista yang sudah tidak digunakan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
Baca Juga:Belanja di Ciwalk Makin Seru, Banyak Hadiah dan Promo RomantisIni 4 Jenis Olahraga Ringan, Tubuh Makin Sehat!
“Kenapa kita tempat-tempatkan ini? Kita memohon kepada pimpinan Angkatan Darat, alhamdulillah disetujui dan kita tempatkan rudal Rapier itu adalah untuk menghiasi taman-taman yang ada di Kota Cimahi,” jelasnya.
Ngatiyana menuturkan, keberadaan rudal Rapier di ruang terbuka publik diharapkan dapat menjadi pengingat sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa Cimahi memiliki latar belakang kuat sebagai kota militer.
“Sehingga ada sejarah, ‘Oh iya, kota ini sejarahnya dulu Cimahi adalah kota militer,’”ungkapnya.
Ia juga menekankan, alutsista yang ditempatkan di Bundaran Jati merupakan peralatan pertahanan yang sudah tidak lagi digunakan oleh TNI. Dengan kondisi tersebut, pemanfaatannya sebagai elemen taman dinilai lebih bernilai guna dibandingkan dibiarkan terbengkalai.
“Dan yang lain itu merupakan apa, alutsista yang sudah tidak terpakai, alutsista yang sudah tidak bermanfaat,” katanya.
Ngatiyana bahkan menilai, jika tidak dimanfaatkan, alutsista tersebut berpotensi hanya menjadi besi tua. Karena itu, langkah menjadikannya sebagai bagian dari taman kota dianggap lebih tepat dan memiliki nilai edukatif.
“Daripada dipecel-pecel nanti jadi besi tua, lebih baik dimanfaatkan untuk taman-taman, kan gitu ya. Itu salah satu momennya,” ujarnya.
Baca Juga:Kolaborasi! UNINUS dan IDIP RI Gelar Webinar Internasional PendidikanWali Kota Dedie Tekankan Pembuangan Puing Pembongkaran Pasar dan Plaza Bogor Harus Rapi dan Tertib
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penempatan rudal Rapier tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kepentingan lain di luar estetika, sejarah, dan edukasi publik.
