Menurutnya, inti dari kebijakan ini adalah memaksimalkan fungsi barang-barang yang sudah tidak operasional.
“Jadi bukan apa ya, jadi istilahnya memanfaatkan alutsista atau barang-barang yang sudah tidak kepakai itu dan tidak operasional menjadi menghiasi taman-taman di Kota Cimahi,” tegasnya.
Terkait aspek perawatan, Ngatiyana memastikan bahwa seluruh tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Kota Cimahi. Alutsista tersebut, kata dia, merupakan titipan dari Angkatan Darat yang harus dijaga dan dirawat dengan baik.
Baca Juga:Belanja di Ciwalk Makin Seru, Banyak Hadiah dan Promo RomantisIni 4 Jenis Olahraga Ringan, Tubuh Makin Sehat!
“Perawatan semua diserahkan ke Pemkot, menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Cimahi. Oleh Angkatan Darat menitipkan alutsista yang dititipkan di Cimahi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya perawatan rutin agar alutsista yang dipajang di ruang publik memiliki masa pakai yang panjang dan tetap terjaga kondisinya.
“Di jalan-jalan itu supaya dirawat, sehingga massa pakainya tuh panjang gitu,” imbuhnya.
Saat disinggung mengenai keberadaan ornamen yang mencerminkan budaya lokal Sunda, Ngatiyana menegaskan, unsur tersebut tetap menjadi bagian dari pembangunan kota.
Menurutnya, identitas budaya dan identitas militer tidak saling meniadakan, melainkan saling melengkapi.
“Ada, kita membangun di mana-mana kan ada ornamen Sunda, tulisan Sunda dan sebagainya ya,” ucapnya.
Ia menambahkan, keberadaan Cimahi sebagai salah satu pusat TNI di Jawa Barat justru memperkuat alasan mengapa identitas militer menjadi ciri khas kota yang tidak dimiliki daerah lain.
Baca Juga:Kolaborasi! UNINUS dan IDIP RI Gelar Webinar Internasional PendidikanWali Kota Dedie Tekankan Pembuangan Puing Pembongkaran Pasar dan Plaza Bogor Harus Rapi dan TertibĀ
“Nah itu juga kan adanya pusatnya TNI itu ada di Jawa Barat khususnya di Cimahi,” jawabnya.
Ngatiyana menegaskan bahwa kekhasan Cimahi terletak pada sejarah dan perannya sebagai kawasan tangsi militer yang kini berkembang menjadi pusat pendidikan militer. Identitas tersebut, menurutnya, patut dirawat dan dikenalkan kepada publik melalui ruang-ruang kota.
“Kan kita harus gitu ya, ciri khas Kota Cimahi tidak dimiliki oleh daerah lain karena di sini adalah dulu tangsi-tangsi militer, sekarang menjadi pusat pendidikan-pendidikan (militer),” pungkasnya. (Monk)
