SMAN 12 Bandung Sukseskan Twelve Edufair 2026: 22 Kampus dan Parade Alumni Inspiratif

SMAN 12 Bandung
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 12 Bandung, Henrick Cahyanto di sela-sela Twelve Edufair 2026, Rabu, 21 Januari 2026.
0 Komentar

Henrick menekankan bahwa Edufair bukan sekadar pameran informasi, melainkan komitmen sekolah dalam membekali siswa dengan wawasan karir dan masa depan. “Kami tidak hanya mempersiapkan mereka untuk langsung bekerja, tetapi juga membangun fondasi untuk karir jangka panjang yang lebih baik. Program ini akan terus kami laksanakan setiap tahun,”sebutnya.

Sementara itu, Ketua OSIS SMAN 12 Bandung, Reyhan Syukur, menyatakan bahwa penyelenggaraan Twelve Edufair 2026 terasa jauh lebih meriah dan terorganisir dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meski OSIS terlibat aktif, konsep utama dan koordinasi dipimpin oleh para guru. “Kami bermitra dengan guru. OSIS lebih fokus membantu pada bagian pendukung, seperti koordinasi parade alumni dan pengaturan acara hiburan,” ujarnya saat ditemui di sela acara.

Baca Juga:FWD Insurance Gelar Agency Kick-Off 2026 untuk Perkuat Peran Agen AsuransiButuh Terobosan Ekstrem, DPRD Dorong PAD Bandung Melonjak 100 Persen di 2026  

Menurut Reyhan, salah satu momen paling berkesan adalah parade alumni. “Siswa sangat antusias melihat kakak-kakak alumni datang dengan almamater kampus yang beragam. Parade ini sepenuhnya dikoordinasikan OSIS dan berjalan sangat meriah,” katanya.

Persiapan keseluruhan, termasuk parade dan acara pendukung, memakan waktu sekitar satu hingga dua bulan, terutama untuk mencari mitra dan sponsor. “Guru sangat kooperatif. Kami dilibatkan di tengah proses, dan Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” tambahnya.

Tantangan utama adalah manajemen waktu rundown acara karena jumlah sponsor melebihi perkiraan. “Kami harus membagi waktu secara adil. Selain itu, mengelola antusiasme peserta yang tinggi juga menjadi tantangan tersendiri,” jelas Reyhan.

Dari sisi penataan, Reyhan menilai ada peningkatan signifikan tahun ini. Denah stan diubah menghadap ke arah wakil kepala sekolah, bukan lagi ke podium seperti sebelumnya. “Hasilnya, stan bisa lebih banyak dan luas. Setiap peserta stan mendapatkan area sendiri untuk promosi, sehingga terasa lebih profesional,” pungkasnya. (bbs)

0 Komentar