Ia mengklaim bahwa seluruh proses pengolahan makanan dilakukan sesuai petunjuk teknis, mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi ke sekolah.
“Terkait hal ini tentu akan kami evaluasi. Ayam yang masuk tetap kami sortir dan disimpan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN),” jelasnya.
Arif menduga aroma yang dikeluhkan bukan berasal dari kualitas ayam, melainkan dari penggunaan bumbu yang terlalu kuat.
Baca Juga:Kritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman BersuaraPersib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico Indonesia
“Dugaan sementara aroma berasal dari bumbu, khususnya rempah ketumbar yang terlalu kuat. Untuk ayam sudah kami pastikan dalam kondisi segar,” tambahnya.
Ia memastikan hingga saat ini tidak ada laporan gangguan kesehatan pada penerima manfaat MBG.
“Alhamdulillah tidak ada laporan keracunan. Kami sangat terbuka terhadap keluhan masyarakat dan akan menelusuri penyebab bau tersebut agar tidak terulang,” pungkasnya.
Diketahui, layanan Dapur SPPG Cilame masih berada pada tahap awal operasional dan saat ini melayani sekitar 600 penerima manfaat dari jenjang TK, SD, hingga satu SMP di wilayah tersebut.
