JABAR EKSPRES – Program Sekolah Ekspor yang diluncurkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat mendapat sambutan positif dari kalangan pelaku usaha.
Salah satunya datang dari pengusaha asal Bandung, Billy Martasandy, yang menilai program tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan nyata UMKM yang ingin naik kelas melalui pasar ekspor.
Billy mengungkapkan, selama ini banyak pelaku UMKM di Jawa Barat memiliki produk berkualitas dan berdaya saing, namun masih terkendala minimnya pemahaman teknis terkait ekspor. Mulai dari regulasi, dokumen, pembiayaan, hingga akses buyer luar negeri.
Baca Juga:Wali Kota Dedie Tekankan Pembuangan Puing Pembongkaran Pasar dan Plaza Bogor Harus Rapi dan Tertib Komitmen Bangun Zona Integritas, Kanwil Kemenkum Jabar Tandatangani Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas
“Potensi produknya sudah ada, bahkan banyak yang unik dan diminati pasar global. Tapi UMKM sering berhenti karena bingung harus mulai dari mana. Kehadiran Sekolah Ekspor ini sangat relevan,” kata Billy, Senin (12/1).
Menurutnya, Jawa Barat memiliki modal besar untuk menjadi lumbung eksportir baru, terutama dari sektor UMKM. Apalagi didukung data ekspor Jawa Barat yang terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
Billy menilai pendekatan edukatif melalui Sekolah Ekspor bisa menjadi solusi jangka panjang, bukan sekadar program seremonial. Dengan pembekalan menyeluruh, UMKM dinilai akan lebih siap dan percaya diri menembus pasar internasional.
“Yang paling penting itu mindset dan kesiapan. Kalau pelaku usaha sudah paham proses dan risikonya, mereka akan lebih berani mengambil peluang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pelaku usaha, Kadin, dan pemerintah daerah agar program tersebut berjalan berkelanjutan. Infrastruktur pendukung seperti Pelabuhan Patimban, menurutnya, harus diimbangi dengan kesiapan SDM dan produk lokal.
“Kalau UMKM siap dan infrastrukturnya mendukung, saya optimistis Bandung dan Jawa Barat bisa melahirkan banyak eksportir baru dalam beberapa tahun ke depan,” tambah Billy.
Program Sekolah Ekspor Kadin Jawa Barat resmi dimulai awal 2026 dan ditujukan sebagai wadah pembelajaran komprehensif bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, agar mampu mengakses pasar global secara berkelanjutan.
