JABAR EKSPRES – Bursa transfer Liga 1 kembali memunculkan spekulasi menarik. Kali ini, Persib Bandung menjadi pusat perhatian setelah dikaitkan dengan bek asal Argentina, Gaston Avila.
Meski namanya belum terlalu dikenal publik Indonesia, rekam jejak Avila terbilang mentereng. Pemain berusia 24 tahun tersebut saat ini masih berstatus sebagai penggawa Ajax Amsterdam, salah satu klub papan atas Eropa. Namun, masa depannya bersama De Godenzonen kini berada dalam ketidakpastian.
Kondisi tersebut membuat nama Gaston Avila ramai diperbincangkan Bobotoh, terlebih di tengah tanda tanya terkait kelanjutan nasib Federico Barba di lini pertahanan Maung Bandung.
Baca Juga:Lengkap! Tabel Angsuran KUR Mandiri 2026 Rp10 Juta Cicilan Ringan Mulai dari 10 Ribu SajaBuruan! Link DANA Kaget Baru Sudah Rilis, Sekali Klik Bisa Dapat Rp500.000
Media Belanda Voetbalprimeur melaporkan bahwa Ajax telah memastikan Avila tidak masuk dalam rencana jangka pendek klub. Hal itu ditegaskan langsung oleh Direktur Sepak Bola Ajax, Marijn Beuker.
“Saat ini tidak ada peluang baginya untuk mendapatkan menit bermain bersama kami. Karena itu, opsi peminjaman kembali menjadi solusi terbaik bagi semua pihak,” ujar Beuker.
Gaston Avila sejatinya merupakan salah satu pembelian mahal Ajax. Ia direkrut dari Royal Antwerp dengan mahar 14,5 juta euro atau sekitar Rp285 miliar pada era direktur teknik Sven Mislintat. Nilai pasarnya pun masih tergolong tinggi, diperkirakan mencapai Rp43,45 miliar.
Sayangnya, perjalanan Avila di Amsterdam tidak berjalan mulus. Cedera serius sempat menghambat proses adaptasi, sementara performa yang belum konsisten membuatnya hanya tampil delapan kali bersama Ajax. Saat dipinjamkan ke klub Brasil, Fortaleza, kontribusinya juga belum maksimal.
Situasi tersebut membuat Ajax akhirnya memutuskan untuk kembali meminjamkan Avila ke klub masa kecilnya, Rosario Central, hingga akhir 2026.
Profil Gaston Avila
Meski kariernya di Eropa sempat tersendat, Gaston Avila tetap memiliki profil yang menarik. Ia merupakan bek kiri yang juga mampu bermain sebagai bek tengah. Karakter permainannya agresif, kuat dalam duel, serta cukup nyaman dalam penguasaan bola.
Pengalaman bermain di Belgia, Belanda, Brasil, dan Argentina membuat Avila terbiasa menghadapi tekanan kompetisi level tinggi. Faktor inilah yang menjadikan namanya tetap dinilai berharga, terutama bagi klub yang membutuhkan bek dengan pengalaman internasional.
