JABAR EKSPRES – Kantor aplikasi penghasil uang melalui investasi trading Sensenow AI (SNAI) di Kabupaten Kudus di geruduk ratusan nasabahnya, pada Minggu (11/1/2026).
Kantor yang terletak di Jalan Raya Kudus–Jepara KM 3, RT 3/RW 1, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus ini seketika ramai dengan teriakan para anggotanya yang memenuhi lokasi, mulai dari halaman depan hingga didalam kantor.
Mereka secara serentak mendatangi kantor pelayanan SNAI kudus sebagai bentuk protes karena dana investasi yang mereka depositkan ke aplikasi sudah tidak bisa lagi diambil.
Baca Juga:Tanggapan DJP Terkait Penetapan Tersangka oleh KPK pada OTT Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi di DJPJangan Diabaikan, Ini Pentingnya Merawat Gear dan Rantai Sepeda Motor
Dana yang terdiri dari Modal awal, profit, bonus dan tambahan lain itu, sudah mulai susah untuk ditarik sejak awal Desember 2025 lalu.
Pihak Aplikasi masih memberikan opsi lain untuk bisa melakukan penarikan, yakni dengan mewajibkan penambahan modal hingga dua kali lipat dari dana awal yang telah disetorkan. Namun dana yang dijanjikan justru tak kunjung bisa dicairkan seluruhnya.
Selain itu, aplikasi juga meminta mengembalikan dana pinjaman yang tiba-tiba masuk ke rekening anggota pada 5 Desember 2025, dengan alasan agar akun investasi tetap aktif. Manajemen SNAI menjanjikan dana tersebut bisa dicairkan pada awal Januari 2026, namun hingga kini tak terealisasi.
Kekesalan para nasabahnya ditumpahkan pada saat protes di kantor pelayanan SNAI Kudus tersebut.
Dilansir dari disway.jateng beberapa nasabah mengaku melakukan aksi protes tersebut untuk menuntut kejelasan pengelolaan dana dan pertanggungjawaban pihak manajemen.
“Kami hanya ingin uang modal kami kembali. Ini uang hasil jerih payah kami. Tujuan kami datang ke sini untuk meminta pertanggungjawaban atas dana pinjaman dan saldo yang sampai sekarang belum juga cair,” ujar salah satu nasabah bernama Irwan.
“Setelah kami mentransfer dana pinjaman, katanya bisa cair awal Januari. Tapi faktanya, dana pinjaman hilang dan modal juga tidak bisa dicairkan,” ungkap member lain bernama Kristian.
Baca Juga:Gonta-ganti Website, Apakah Aplikasi AMG Pantheon Masih Bisa Dipercaya?Kepemimpinan Rahmad Pribadi Antarkan Pupuk Indonesia Raih Apresiasi Tertinggi Swasembada dari Presiden
Situasi di lokasi cukup panas, para nasabah yang kesal melampiaskannya dengan berteriak-teriak, untungnya aparat kepolisian segera datang untuk mengamankan lokasi, sehingga situasi tetap terkendali.
