JABAR EKSPRES – Jembatan Cijeruk yang menghubungkan Kampugn Cijeruk, Kecamatan Bojongsoang dengan Kampung Mekarsari, Kecamatan Baleendah, akhirnya diresmikan. Peresmian itu dilakukan oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, Jumat (9/1).
Jembatan tersebut dibangun untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap akses penghubung antarwilayah yang selama ini sangat vital, terutama saat musim banjir.
Apalagi beberapa waktu lalau, jembatan penghubung ini sempat roboh di bagian tengah, bahkan sejumlah kendaraan roda dua ikut terperosok hingga viral di media sosial.
Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota
Dadang mengungkapkan, keberadaan jembatan ini berawal dari jembatan nonpermanen yang dibangun secara swadaya oleh warga dan sempat dikomersialisasikan. Namun, Pemkab Bandung memilih melihat persoalan ini dari sisi kebutuhan masyarakat.
“Kita tidak melihat ke sana. Kita melihat kepada kebutuhan masyarakat karena memang sangat dibutuhkan. Lalu lintas antara Baleendah dan Bojongsoang luar biasa, apalagi saat musim banjir. Ini menjadi salah satu akses yang sangat aktif dan dibutuhkan masyarakat,” ujar Dadang saat ditemui di lokasi, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, Pemkab Bandung kemudian menggeser anggaran dari APBD karena pembangunan jembatan dinilai bersifat urgent dan important. Pembangunan pun berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan.
“Alhamdulillah, pembangunan sudah selesai dan semoga jembatan ini bermanfaat. Tentu masih banyak jembatan lain yang akan kita perbaiki,” katanya.
Kang DS sapaan akrabnya juga menyinggung persoalan kewenangan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, masyarakat tidak terlalu mempersoalkan apakah jembatan merupakan kewenangan kabupaten, provinsi, atau pusat.
“Pada dasarnya masyarakat tidak tahu soal kewenangan, yang penting aksesnya ada. Kalau belum ditangani dan memang dibutuhkan, maka melalui APBD kabupaten kami siap,” tegasnya.
Terkait spesifikasi, Jembatan Cijeruk memiliki panjang sekitar 60 meter dengan lebar 3,3 meter. Meski secara teknis bisa dilalui kendaraan roda empat, ia mengimbau masyarakat agar mematuhi fungsi jembatan sebagai jalur roda dua demi keselamatan.
Baca Juga:Di Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLA
“Saya imbau agar dipatuhi karena kapasitasnya untuk roda dua. Untuk keselamatan, nanti akan dipasang penghalang di tengah agar kendaraan roda empat tidak masuk,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, Pemkab Bandung berencana membangun tiga jembatan baru. Proses tender, kata Dadang, akan segera dilaksanakan.
