JABAR EKSPRES – Komisi III DPRD Jawa Barat mendorong kinerja Bank BJB yang diharapkan bisa lebih meningkatkan kontribusi ke daerah maupun peranan dalam menggeliatkan ekonomi rakyat.
Komisi III DPRD Jabar sengaja memonitor langsung sejumlah kantor perwakilan BUMD andalan Pemprov Jabar tersebut, salah satunya yang berada di Soreang, Kamis (8/1).
Para wakil rakyat yang fokus di bidang keuangan daerah melihat kinerja Bank Daerah, mulai dari tren pendapatan hingga aset, termasuk programnya untuk masyarakat.
Baca Juga:Realisasi Penerimaan Pajak 2025 Capai Rp1.917,6 Triliun, Kemenkeu: Secara Bruto Tumbuh 3,7 PersenDiskon Tarif Listrik untuk Korban Bencana Sumatra, Menkeu: Masih Menunggu Usulan Resmi
Ketua Komisi III DPRD Jabar Jajang Rohana menuturkan, kinerja Bank BJB Soreang cukup baik dan menunjukkan tren yang positif yang terlihat dari beberapa indikator.
Misalnya dominasi kredit konsumer yang stabil, pertumbuhan tabungan masyarakat, serta pengelolaan risiko yang terjaga.
“Hal itu menunjukkan bahwa Bank BJB mampu menjalankan fungsinya sebagai penggerak ekonomi daerah,” katanya.
Menurut Jajang, potensi ekonomi yang ditopang Bank BJB memberikan keuntungan tersendiri bagi penggerak perekonomian di Jawa Barat, terlebih untuk masyarakat Kabupaten Bandung yang juga turut memberikan dampak pembangunan daerah.
Namun demikian, Jajang tetap memberikan dorongan lagi kepada Bank tersebut maupun terhadap Bank BJB secara makro.
Bank BJB merupakan BUMD andalan Pemprov yang menjadi salah satu ujung tombak pendapatan daerah.
Karena itu, pihaknya mendorong agar meningkatkan kontribusinya tidak hanya dari sisi pendapatan daerah tetapi juga dalam aktivitas ekonomi masyarakat melalui pembiayaan yang produktif dan inklusif.
“Roda ekonomi perlu terus diputar,” imbuhnya.
Baca Juga:Wamenaker Sebut Dukungan Pemda Penting dalam Kebijakan Penetapan Upah Perkuat Industri Tekstil Nasional, Pemerintah Tetapkan Bea Masuk Impor Produk Kain Tenunan
Di sisi lain, berdasarkan Dokumen laporan Triwulan ke III Bank BJB periode 30 September 2025, Bank yang berkantor pusat di Bandung itu mencatatkan total aset sebesar Rp 175.935.049 juta.
Di antaranya, kas sebesar Rp 2.817.057 juta, Penempatan di BI Rp 10.414.146 juta. Lalu penempatan di bank lain Rp 1.784.655 juta hingga kredit yang diberikan senilai Rp 114.928.842 juta. (son)
