Pemkot Targetkan 30 Persen Pengelolaan Sampah di Bandung Tertangani Februari 2026

Pemkot Targetkan 30 Persen Pengelolaan Sampah di Bandung Tertangani Februari 2026
Petugas mengolah sampah melalui mesin insinerator di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Babakansari, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemkot Bandung mengklaim persoalan sampah menjadi salah satu fokus utama dalam evaluasi kinerja di awal tahun 2026. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui bahwa, hingga saat ini pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar yang belum sepenuhnya teratasi di Kota Bandung.

Meski demikian, Farhan menilai berbagai langkah yang telah ditempuh sudah berada pada arah yang benar dan menunjukkan perkembangan positif.

Farhan menjelaskan, pada awal tahun 2025 hampir seluruh timbulan sampah Kota Bandung masih bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Hampir 100 persen sampah diangkut dan dibuang ke lokasi tersebut setiap harinya.

Baca Juga:DLH Angkut 95 Meter Kubik Sampah Sisa Pesta Tahun Baru di BandungJelang 2026, Pemkot Bandung Sorot Masalah Sampah Hingga Kerahkan Petugas Lapangan

Namun, seiring berjalannya waktu, Pemkot Bandung mulai melakukan sejumlah terobosan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah.

“Di awal 2025, hampir 100 persen sampah Kota Bandung masih dibawa ke TPA Sarimukti. Tapi sekarang, melalui berbagai upaya pengelolaan dan pemusnahan, sekitar 20 persen atau kurang lebih 320 ton sampah per hari sudah bisa kita tangani dengan teknologi yang tersedia,” ujar Farhan, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kinerja pengelolaan sampah ke tahap yang lebih optimal. Farhan pun menargetkan adanya lonjakan signifikan dalam beberapa bulan ke depan.

“Saya menargetkan pada Februari 2026, setidaknya 30 persen sampah Kota Bandung sudah bisa dikelola dengan baik,” tegasnya.

Dengan rata-rata timbulan sampah harian mencapai sekitar 1.500 ton, target tersebut berarti hampir 500 ton sampah per hari dapat ditangani tanpa harus dibuang ke TPA.

Meski demikian, Farhan tidak menutup mata bahwa masih akan ada sekitar 1.000 ton sampah per hari yang menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah kota.

“Masalah sampah ini tidak bisa diselesaikan dengan satu solusi ajaib. Tidak ada jalan pintas. Yang dibutuhkan adalah langkah-langkah yang terstruktur, konsisten, dan berkelanjutan,” kata Farhan.

Baca Juga:Libur Nataru 2026, Produksi Sampah Bandung Diprediksi Tembus 1.800 Ton per HariSampah Jadi Prioritas, Pemkot Bandung Tambah 25 Mesin Pengolah dan 1.597 Petugas

Ia menekankan, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni dari lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, Pemkot Bandung akan segera meluncurkan program penguatan pengelolaan sampah berbasis kewilayahan dengan menempatkan petugas pemilah dan pengolah sampah di setiap Rukun Warga (RW).

0 Komentar