JABAR EKSPRES – Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, pertanyaan tentang kapan Internet Rakyat bisa digunakan akhirnya terjawab. Karena aktivasi akan segera dimulai pada Januari 2026 ini.
Aktivasi akan dilakukan secara bertahap, dan dijadwalkan akan berlangsung dari Januari hingga Juni 2026.
Bagi masyarakat yang sudah mendaftar secara online, pihak Internet Rakyat akan mengirim CPE atau Modem agar pelanggan dapat segera melakukan aktivasi dan menikmati layanan Internet Rakyat.
Baca Juga:Baru Tiga hari, 8.160 Wajib Pajak Sudah Melaporkan SPT Tahunan Melalui CortexRumah Zakat Resmi Terima Perpanjangan Izin LAZNAS, Perkuat Komitmen “Beragama Maslahat, Zakat Berdampak”
Saat ini pihak Internet Rakyat telah melakukan pemasangan instalasi jaringan dan layanan Fixed Wireless Access (FWA) yang sudah mulai dilakukan sejak Desember 2025 dan diperkirakan akan selesai pada Januari 2026.
Ada tiga wilayah yang sudah siap dilakukan aktivasi Internet rakyat, yakni Pulau Jawa, Maluku, dan Papua. Layanan ini berbasis teknologi 5G FWA pada frekuensi 1,4 GHz dengan konsep Open Radio Access Network (Open RAN).
Internet Rakyat menjadi salah satu jaringan komersial pertama di dunia dan di Indonesia yang menerapkan teknologi Open RAN FWA 1,4 GHz.
Program ini digagas oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge/WiFi), bekerja sama dengan PT OREX SAI Indonesia, perusahaan patungan dari NTT Docomo dan NEC Corporation.
Bagi masyrakat yang belum mendaftar Internet Rakyat murah dengan tarif hanya Rp100 ribu perbulan, bisa segera melakukan registrasi.
Cara Daftar Internet Rakyat 2026
Pendaftaran pra-registrasi bagi pengguna baru sudah dimulai pada November hingga Desember 2025 lalu, namun bagi yang belum mendaftar dan berminat menggunakan layanan ini bisa mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Kunjungi situs resmi mytelemedia.id atau langsung ke halaman internetrakyat.id/register 2. Pilih menu “Pra-Registrasi Sekarang” Lihat informasi paket, yaitu WiFi seharga Rp100.000 untuk masa aktif 30 hari 3. Isi data diri awal: nama lengkap, email, dan nomor WhatsApp 4. Klik “Kirim OTP” dan masukkan kode OTP yang diterima melalui WhatsApp 5. Isi data lokasi lengkap mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa, kode pos, hingga alamat lengkap 6. Tambahkan penanda lokasi dan titik koordinat melalui peta yang disediakan 7. Centang pernyataan persetujuan Syarat & Ketentuan dan Kebijakan Privasi 8. Klik “Registrasi” untuk menyelesaikan pendaftaran.
