Ayat tersebut dengan tegas menjelaskan keesaan dan kekuasaan Allah Ta’ala yang tampak pada diri kita, yaitu melalui pergantian masa kehidupan.
Manusia bermula dari ketiadaan, kemudian dilahirkan, selanjutnya dimatikan, dan kelak akan dihidupkan kembali.
Ayat ini juga menegaskan bahwa setiap makhluk Allah Ta’ala memiliki batas waktu kehidupan yang telah ditentukan.
Baca Juga:30 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 2 Januari 2026, Raih Player Pack dan Pemain OVR Tinggi Gratis!80 Kode Redeem Free Fire 31 Desember 2025, Banjir Hadiah Gratis Tahun Baru!
Oleh karena itu, marilah kita memanfaatkan kesempatan di awal tahun ini untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang pantas menghadap Allah Ta’ala sebagai hamba-Nya.
Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari, terutama atas nikmat yang sangat besar, yaitu nikmat kesehatan dan kelapangan waktu. Sebagaimana disabdakan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ، اَلصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Artinya, “Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu (lalai) padanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR al-Bukhari).
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita bersama-sama memanfaatkan keluangan waktu yang Allah Ta’ala anugerahkan kepada kita dengan sebaik-baiknya, dengan mengambil setiap kesempatan kebaikan yang datang.
Terlebih di awal tahun ini, Allah Ta’ala telah menyiapkan berbagai nikmat dan anugerah yang patut kita syukuri dengan hati yang bersih dan penuh kesadaran.
Jangan sampai waktu luang yang kita miliki berlalu begitu saja tanpa menghasilkan kemanfaatan yang nyata. Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda:
مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
Artinya: “Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang adalah ia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Ahmad).
Baca Juga:Persib Punya Mata-Mata untuk Hadapi Ratchaburi FC di 16 Besar ACL TwoFederico Barba Selangkah Lagi Tinggalkan Persib, Dibocorkan Jurnalis Italia
Melalui sabda tersebut, Baginda Nabi Muhammad SAW memberikan nasihat agar kita memanfaatkan waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat, seperti memperbanyak ibadah, membaca dan berusaha memahami Al-Qur’an serta mengamalkannya, bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarga, serta berbagai aktivitas kebaikan lainnya.
Hadirin sekalian, apabila kita benar-benar memahami dan mengamalkan kandungan hadits ini, niscaya kehidupan yang kita jalani akan menjadi lebih bernilai, lebih bermakna, dan insya Allah kita tidak termasuk golongan orang-orang yang menyesal karena menyia-nyiakan waktu tanpa kemanfaatan.
Oleh karena itu, pada kesempatan yang mulia ini, khususnya di awal tahun 2026, marilah kita tinggalkan segala hal yang tidak bermanfaat, terlebih lagi perbuatan-perbuatan yang mendatangkan kemudaratan.
