Di tengah dinamika politik dan kebijakan yang semakin kompleks, KAMMI perlu memperkuat peran sebagai ruang kaderisasi intelektual. Gerakan yang tidak berinvestasi pada pengetahuan akan kehilangan daya tawar. Karena itu, resolusi kolektif kita harus mengarah pada penguatan tradisi kajian, advokasi berbasis data, dan keterlibatan yang terukur dalam ruang-ruang kebijakan publik, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Menutup refleksi ini, saya ingin mengingatkan diri sendiri dan seluruh kader KAMMI terkhusus KAMMI se-jawa barat bahwa perjuangan tidak selalu diukur dari seberapa cepat kita menang, tetapi dari seberapa lama kita mampu bertahan menjaga arah. Tahun baru bukan janji perubahan instan, melainkan undangan untuk bekerja lebih sabar, lebih cerdas, dan lebih bertanggung jawab.
Semoga tahun ini KAMMI tetap teguh sebagai gerakan dakwah dan intelektual, kritis tanpa kehilangan adab, berani tanpa kehilangan hikmah, dan terlibat tanpa kehilangan independensi. Karena pada akhirnya, amanah kepemimpinan bukan hanya tentang dikenang, tetapi tentang memastikan nilai-nilai perjuangan terus hidup dan bekerja di tengah masyarakat. (**)
oleh : Izus Salam (Ketua KAMMI Jawa Barat)
