Kemiskinan Cimahi Turun, Ketimpangan Masih Menganga, Potret Kemiskinan Baru Kota Cimahi 2025

Tekan Kemiskinan hingga 3,87 Persen, Pemkot Cimahi Perkuat Sinergi dan Validasi Data
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana-Adhithia saat Rapat Paripurna DPRD Soal Penjelasan Bapemperda tentang Pencabutan 8 Perda/Foto:Firman Satria/Jabar Ekspres
0 Komentar

Namun, angka ini berhasil ditekan di bawah dua digit pada 2025, seiring dengan penurunan jumlah penduduk miskin.

Kota Cimahi juga berada di urutan kedua tertinggi garis kemiskinan di Bandung Raya setelah Kota Bandung, menegaskan bahwa daerah perkotaan cenderung memiliki garis kemiskinan lebih tinggi dibanding daerah perdesaan.

“Akibat kombinasi inflasi tinggi dan variasi konsumsi masyarakat,” beber Junaedi.

Meski tren kemiskinan menurun dan kualitas hidup penduduk miskin membaik, tantangan tetap ada. Masih banyak penduduk yang rentan akibat rendahnya pendidikan, terbatasnya akses pekerjaan, dan ketergantungan pengeluaran pada kebutuhan pangan.

Baca Juga:Relawan PNM Kembali Turun Langsung Salurkan Bantuan dan Kuatkan Korban BencanaDe Braga by ARTOTEL Resmi Perkenalkan General Manager Baru dan Raih Sertifikasi GSTC

“Upaya penanggulangan kemiskinan harus berkelanjutan. Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta perlu bekerja sama agar pengurangan kemiskinan tidak hanya kuantitatif tapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Junaedi.

Capaian ini, menurutnya, sekaligus mengingatkan pentingnya tata kelola ekonomi perkotaan yang inklusif dan perlindungan sosial yang kuat, sehingga Kota Cimahi bisa menjadi contoh penanggulangan kemiskinan di Jawa Barat. (Mong)

Laman:

1 2
0 Komentar