Dika mengaku tak menyangka dirinya viral di media sosial. Ia bahkan sempat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang menasihatinya agar berhenti menangkap ular dan kembali fokus bersekolah.
“Kata Pak Dedi jangan menangkap ular lagi, sekolah dulu,” katanya.
Kini, Dika mengaku tidak ingin lagi menangkap ular. “Nggak,” ujarnya singkat.
Baca Juga:Sangu Haneut Hadir di Bandung, Sajikan Kuliner Sunda Klasik dengan Nuansa Hangat dan MembumiKasus Narkotika di Bandung Barat Naik 57 Persen Sepanjang 2025, Usia Muda Jadi Sasaran!
Ibunda Dika, Reka Noviyanti (25), mengaku khawatir dengan aktivitas anaknya tersebut. Ia mengatakan Dika sudah sering digigit ular, bahkan tak terhitung jumlahnya.
“Paling banyak digigit di tangan sama kaki. Tapi gak pernah sakit atau gimana,” kata Reka.
Ia menyebut, ular yang pernah ditangkap anaknya termasuk ular sanca sepanjang tiga meter. Dalam sehari, bisa sampai lima ekor.
“Mainnya bukan HP, tapi mainnya di sawah. Kalau dilarang, tetap saja,” ujarnya.
Menurut Reka, Dika sempat putus sekolah sejak kelas 3 karena diduga mengalami perundungan.
“Katanya dibully, tapi ke saya nggak cerita. Saya baru tahu belakangan pas ditanya a Panji waktu kesini,” katanya.
Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, Reka berharap Dika bisa kembali fokus pada pendidikan dan meninggalkan aktivitas berbahaya tersebut.
Baca Juga:Kasus Narkotika di Bandung Barat Naik 57 Persen Sepanjang 2025, Usia Muda Jadi Sasaran!7 Rekomendasi Tempat Wisata Aman dan Nyaman untuk Lansia di Bandung
“Iya takut khawatir mau gimana juga, apalagi kemarin ke Pak Dedi bawa ular tiga. Pak Dedi juga takut dan bilang udah sekolah dulu aja jangan menangkap ular lagi,” ujarnya.
