Pemuda Cimahi Kritik Banjir Berulang, Penyempitan Sungai Dinilai Ancaman Serius

Masalah Banjir di Cimahi Masih Belum Tertangani Maksimal Meski Kolam retensi Pasirkaliki Telah Beroperasi (Dok. Jabar ekspres)
Masalah Banjir di Cimahi Masih Belum Tertangani Maksimal Meski Kolam retensi Pasirkaliki Telah Beroperasi (Dok. Jabar ekspres)
0 Komentar

Selain itu, ia menyarankan optimalisasi kolam retensi Pasirkaliki, pelebaran sungai yang menyempit akibat bangunan liar, serta pembangunan gorong-gorong dengan kapasitas lebih besar sebagai langkah antisipatif.

Kegeraman warga dinilai wajar mengingat banjir terus berulang. Virlana berharap pemerintah berani mengambil langkah tegas, termasuk melakukan audit jika ditemukan bangunan yang mempersempit DAS, tanpa mengabaikan aspek sosial dan kemanusiaan.

“Harus ada keberanian untuk menertibkan jika terbukti ada penyempitan sungai,” tandasnya.

Baca Juga:20 Delegasi Internasional Hadir di Bandung, JCI Dorong Kolaborasi Bisnis BerkelanjutanGelar CSR di Cimanggung, PT MBK Ventura Ajak Kelola Keuangan dan Peduli Lingkungan 

Tak hanya Cimindi, banjir juga melanda RW 03 Kelurahan Padasuka. Air menggenangi jalan hingga masuk ke dalam rumah warga.

Tokoh Pemuda Padasuka, Raden Raka, menyebut ketinggian air mencapai lebih dari 50 sentimeter, bahkan di beberapa titik hampir 1 meter.

“Air meluap setelah hujan deras yang cukup lama, berasal dari drainase dan Sungai Cisangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah rumah terdampak berpotensi bertambah jika hujan kembali turun. Menurutnya, banjir kali ini merupakan yang terparah dibanding kejadian sebelumnya di wilayah tersebut.

0 Komentar