Wali Kota Bogor Imbau Warga Tak Rayakan Tahun Baru Berlebihan demi Hormati Korban Bencana

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Foto: Sekar Andini
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengajak masyarakat untuk tidak merayakan pergantian tahun secara berlebihan. Imbauan tersebut disampaikan mengingat Indonesia masih diliputi suasana duka akibat bencana alam yang melanda sejumlah daerah.

Menurut Dedie, perayaan yang terlalu meriah dinilai kurang pantas di tengah kondisi banyak warga yang sedang mengalami kesulitan. Hal itu juga telah dibahas bersama unsur Forkopimda dan pihak terkait lainnya.

“Dalam rapat bersama Forkopimda, kami sepakat bahwa malam tahun baru sebaiknya dijalani dengan penuh keprihatinan dan empati. Karena masih banyak saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, kami mengimbau agar tidak ada perayaan tahun baru yang berlebihan,” kata Dedie, Kamis (25/12/2025).

Baca Juga:20 Delegasi Internasional Hadir di Bandung, JCI Dorong Kolaborasi Bisnis BerkelanjutanGelar CSR di Cimanggung, PT MBK Ventura Ajak Kelola Keuangan dan Peduli Lingkungan 

Ia juga meminta warga untuk membatasi penggunaan kembang api dan petasan, serta menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan besar.

“Saya mengimbau masyarakat Kota Bogor agar tidak melakukan konvoi, tidak berkumpul dalam jumlah besar, serta tidak menyalakan kembang api atau petasan,” ujarnya.

Dedie menilai, perayaan tahun baru yang berlebihan dapat mengurangi nilai kemanusiaan dan rasa empati sebagai bangsa, terlebih ketika masih banyak warga di berbagai daerah yang terdampak bencana dan hidup dalam keterbatasan.

Oleh karena itu, ia berharap masyarakat Kota Bogor dapat menyambut tahun baru dengan cara yang sederhana dan penuh kepedulian.

“Kita perlu berempati kepada saudara-saudara kita yang masih tidur di tenda, belum mendapat aliran listrik, dan kesulitan air bersih. Jika kita berpesta secara berlebihan, hal itu bisa mengurangi rasa kemanusiaan kita,” tuturnya.

0 Komentar